Kasus Korupsi KHL Tadui Ditemukan Kerugian Negara 2,8 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 21 Juli 2022 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajati Sulbar, Didik Istiyanta, SH,MH.

Kajati Sulbar, Didik Istiyanta, SH,MH.

SULBAR, indigo99.com | Penanganan kasus Korupsi oleh Kejati Sulbar, pada pengalihan kawasan hutan lindung ( KWL ) di Desa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, ditemukan kerugian negara sebesar 2,8 Miliar.

Hal itu disampaikan Kejati Sulbar Didik Istiyanta, dalam konfrensi Pers di kantor Kejati Sulbar. Kamis tanggal 21 Juli 2022.

Di hadapan wartawan, Didik menyampaikan kerugian negara yang ditemukan berdasarkan perhitungan BPKP, yang baru saja diterimanya bertepatan perayaan HUT Adhyaksa ke 62 tahun.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

kata dia, penanganan kasus Korupsi KHL di Desa Tadui sudah lama tertangani hanya saja selama ini penyidik Tipikor belum mengantongi kerugian negara sehingga terkesan penanganan kasus korupsi ini lambat.

“ Kerugian negara atas kasus korupsi KHL Tadui ini yang dihitung oleh BPKP baru saja kami terima senilai 2,8 Miliar. Makanya kemarin lambat di eksposes dan terkesan lambat, “ kata Didik

Baca Juga :  Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Seperti diketahui hari ini, Kamis 21 Juli 2022, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamuju AD resmi ditahan oleh Kejati Sulbar, soal kasus korupsi pengalihan kawasan hutan lindung ( KHL ) di wilayah Desa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju. Kamis 21 Juli 2022.

Selain wakil ketua DPRD, juga yang ikut ditahan dengan kasus yang sama adalah tersangka inisial HS yang tak lain adalah mantan Kepala BPN kabupaten Mamuju. Serta mantan Kades Tadui inisial SB.

Penahanan para tersangka didampingi oleh penasehat hukum ( PH ) Untuk tersangka AD, didampingi oleh Nasrun bersama Dedi, SH, MH. Kepada indigo99.com mengaku, setelah hari ini kliennya ditahan oleh Kejati Sulbar, phaknya akan mengambil langkah upaya hukum salah satunya adalah penangguhan penahanan dan akan menempuh parapradilan. Nasrun mengaku, salahtu alasan menempu upaya hukum prapradilan adalah ada dugaan kejanggalan penahan kliennya oleh penyidik Kejati Sulbar yang diduga tidak prosedural.

Baca Juga :  Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

“ Penahanan klien kami hari ini oleh Jaksa itu kami hargai dan hormati. Hanya saja ada hak tersangka untuk melakukan upaya hukum salahsatunya penangguhan. Karena penahanan ini kami anggap tidak prosedural sehingga kami akan lakukan prapradilan, itu saja duu ya teman – teman, “ kata Nasrun sambil meninggalkan kantor Kejati Sulbar.

Senada dengan wahab, SH sebagai PH tersangka inisial HS, juga mengaku akan menempuh upaya hukum terhadap kliennya dengan melakukan permohonan penangguhan penahanan dan prapardilan.

“ Besar kemungkinan saya juga akan lakukan upaya hukum terhadap saya punya klien HS, salahsatunya adalah penangguhan penahanan dan prapardilan, “ singkata Wahab.

Pewarta indigo99.com : Aji

 

 

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman
Berita ini 778 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!