Kasus Korupsi Aset, Kajari Sebut Naik Penyidikan

- Jurnalis

Jumat, 25 Maret 2022 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salahsatu aset Pemkab Mamuju berupa ekskavator. ( Foto. 8enam.com )

Salahsatu aset Pemkab Mamuju berupa ekskavator. ( Foto. 8enam.com )

MAMUJU, indigo99.com | Dugaan permainan culas dugaan korupsi penyahlagunaan aset atau barang yang terjadi di Bidang Aset Daerah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Mamuju, dalam menangani kasus ini resmi menaikkan status penangannya.

Diketahui, tim Jaksa tindak pidana khusus ( Pidsus ) Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mamuju, dalam kasus ini penyidik telah menemukan tindak pidananya sehingga kasus ini dinaikan ke tingkat penyidikan.

Hal itu, dikatakan oleh Kajari Mamuju, Subekhan, SH. MH yang didampingi Kasi Intelijen Muh Amin, SH, MH kepada indigo99.com, Jumat siang, 25 Maret 2022.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Subekan mengatakan, kasus yang sudah dinaikan ke penyidikan yang saat ini intens ditangani Kejari Mamuju adalah kasus korupsi dugaan penyalahgunaan aset milik Pemda Mamuju antara tahun 20218 dan tahun 2020. Menurut dia, dalam hasil exposes kasus baru – baru ini, penanganan kasusnya mantap dinaikkan tingkat penyidikan berdasarkan adanya ditemukan perbuatan melawan hukum.

Baca Juga :  Sekda Mamuju Buka Forum Konsultasi Publik RPJPD Mamuju Tahun 2025-2045

Diketahui dalam hasil ekspose kasus korupsi dugaan penyalahgunaan aset milik Pemda Mamuju, diduga ada keterlibatan oknum PNS dan non ASN. Dalam perbuatan ini, kata Kajari, ada dugaan oknum pejabat turut serta berdasarkan dengan pasal 10 Undang – undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang – Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Korupsi.

“ Kasus aset ini sudah naik penyidikan. Dan kita sudah temukan pidananya makanya kita naikan ke penyidikan umum. Namun ini masih penyidikan umum. Dan penyidikan inilah, kita harus buktikan untuk bisa menemukan barang bukti dan siapa yang bertanggung jawab di dalamnya, “ kata Kajari Mamuju, Subekhan.

Baca Juga :  Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Menurut dia, upaya paksa bisa dilakukan setelah ada penyidikan apalagi kasus korupsi ini masalah aset yang tentu sudah ada berpindah tangan seperti beberapa alat berat Excavator diketahui berpindah tangan.

Sejauh ini kata dia, beberapa dokumen sudah berhasil diamankan sebagai barang bukti petunjuk. Terkait penyidikan kasus ini, kata dia, saksi yang telah dimintai keterangan sebanyak 15 orang. Terhadap penyidikan kasus ini, Kajari Mamuju mengakui sudah ada calon tersangka.

“ Kalau sudah naik penyidikan begini, sudah pasti ada calon tersangkanya. Dan sejauh ini, pemeriksaan saksi sudah ada 15 orang dan juga sejumlah dokumen sudah kita amankan, “ tegas Kajari Mamuju.**

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman
Berita ini 1,242 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!