Kapolda Sulbar : Jangan Ada Penimbun Minyak Goreng Di Tengah Pandemi

- Jurnalis

Senin, 14 Februari 2022 - 00:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu minyak goreng kemasan yang dijual di salah satu Minimarket.

Salah satu minyak goreng kemasan yang dijual di salah satu Minimarket.

indigo99.com | Soal kelangkaan minyak goreng di kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), hingga membuat kepanikan warga terutama pada kaum ibu rumah tangga ( IRT ).

Polda Sulawesi Barat, kembali melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah toko atau penyalur minyak goreng dengan tujuan untuk menghindari penimbunan dan permainan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah senilai 14 Ribu per liternya, dan bersama – sama melakukan pengawasan dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran selama pandemi.

Dikonfirmasi kepada Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Eko Budi Sampurno kepada indigo99.com mengatakan, selama krisis minyak goreng pihaknya telah melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah distributor dan penyalur atau toko yang ada di kota Mamuju. Hal ini dilakukan kata dia, untuk mengantisipasi adanya oknum nakal yang sengaja menimbun minyak goreng.  

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Jika ada ditemukan penimbun minyak goreng di masa pandemi ini, sudah pasti akan kami tindak. Dan sejauh ini sudah kami pantau dan berharap tidak ada pedagang nakal yang memanfaatkan kesempatan pada kelangkaan minyak goreng ini, “ tegas Kapolda Sulbar. 

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Unsulbar 1 Bebas 3 Vonis Bersalah

Dihubungi di tempat terpisah, pemilik toko Unio Subur Mamuju, Ko’ Jefri mengakui sampai saat ini tokonya masih melayani pembelian minyak goreng dengan harga pemerintah senilai 14 Ribu rupiah. Hanya saja kata dia, karena keterbatasan jumlah minyak goreng sehingga pihaknya melayani 1 liter per orang. 

Terkait adanya kegaduhan di Medsos sola selebaran yang menempel di dinding toko miliknya dan menjadi viral Media Sosial, yang menyebutkan untuk bisa dapat minyak goreng 1 liter, pembeli harus belanja barang seharga 100 Ribu rupiah. Hal itu, dilakukan untuk mengantisipasi pembeli barang atau minyak goreng dengan jumlah yang banyak ( Borong ).

Persoalan ini, kata dia, pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju, juga telah mengunjungi langsung gudang barang miliknya. Dan mengakui masih ada barang 170 dos merk Sunco dan Fitri yang tersimpan di gudang, namun hari ini Senin pagi 14 Februari 2022, akan dijual kembali ke masyarakat.

“ Itu bukan timbunan ya tapi sisa barang baru masuk dibongkar di gudang, Dan pagi ini, kami akan habiskan dengan harga 14 per liternya.” ujarnya.

Jefri mengaku, di tokonya antusias warga yang datang sangat banyak hanya cari minyak goreng dan karyawan toko tidak dapat membendung pembeli hingga terjadi kerumunan. Untuk tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, kata Jefri, seperti pembelian beberapa kali sehingga yang lain tidak kebagian. 

Baca Juga :  Sulbar Menghapus Air Mata Duka Palestina Dalam Peringatan Al Quds Day

Terkait viralnya kertas yang bertuliskan aturan pembelian minyak goreng yang ditempel di dinding toko. Pihaknya langsung mencabut kertas tersebut.

“ Setelah saya tahu bahwa hal tersebut viral di Facebook, saya perintahkan karyawan untuk mencabut aturan tersebut, “ ujarnya

Jefri mengaku, sisa minyak goreng kemasan hari ini di toko miliknya akan memajang dengan harga tetap 14 Ribu per liternya, namun waktu dibatasi mengingat mencegah adanya kerumunan dan mencegah pengambilan banyak. 

“ Hari ini, kami mulai kembali memajang minyak goreng dengan harga subsidi 14 Ribu mulai pukul 10 sampai 12.00 wita atau siang, sore dan malam hari dengan alasan menghindari kerumunan. Dan mencegah adanya warga yang memborong dengan tujuan pemerataan bagi masyarakat yang ingin belanja di Toko, “ pungkas kok Jefri.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 659 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!