Kadis KP Sulbar Sebut Sektor Ikan Tangkap Menjanjikan, Masih Ada PR Harus Diselesaikan

- Jurnalis

Rabu, 31 Januari 2024 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar Dr. Suyuti Marzuki, S.Pi., MT.,M.Sc, terlihat memaparkan program unggulan ikan tangkap.(Foto/DKP)

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar Dr. Suyuti Marzuki, S.Pi., MT.,M.Sc, terlihat memaparkan program unggulan ikan tangkap.(Foto/DKP)

MAMUJU, indigo99.com | Sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Alumni Balanced Scorecard Institute of Washington DC, kembali memaparkan program unggulan sektor ikan tangkap.

Pemaparan ini berlangsung di aula PP Kasiwa Kabupaten Mamuju, yang dihadiri semua staf Bidang Perikanan Tangkap dan TRK dengan UPTD PP Kasiwa. Selasa 31/1/24

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar Dr. Suyuti Marzuki, S.Pi., MT.,M.Sc, kepada indigo99.com mengatakan, sektor perikanan tangkap di perairan Sulbar ini sangat menjanjikan untuk diolah bersama DKP Kabupaten Mamuju.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor perikanan seperti ikan Tuna, Tongkol, Cakalang (TTC) adalah komoditas unggulan di wilayah perairan Provinsi Sulawesi Barat. Menurut data statistik Tahun 2022, hasil tangkapan tiga komoditas unggulan seperti ikan tuna menyentuh angka 4.887 ton, tongkol 10.158 ton dan 13.593 ton.

Dari data di atas, kata Suyuti, potensi ikan tangkap yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Barat sebagai wilayah penyangga IKN, cukup berpotensi untuk dikelola secara maksimal.

Baca Juga :  Pengumuman Penetapan Hasil Seleksi Nama Anggota KPPS se Kabupaten Mamuju

“ Kita dapat melihat potensi yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Barat sebagai wilayah penyangga IKN, cukup berpotensi untuk dikelola secara maksimal.” kata ahli GIS di Indonesia.

Menurut dia, ikan merupakan komoditi subsektor perikanan yang kaya protein, mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, di samping itu memiliki nilai biologis 90 persen dengan jaringan pengikat sedikit sehingga mudah dicerna. Hal paling penting adalah harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan sumber protein lain (Marpaung, 2008).

Lanjut kata dia, usaha penangkapan ikan merupakan suatu kegiatan nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perekonomian dengan memanfaatkan sumberdaya hayati perairan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Kegiatan usaha penangkapan ikan berhubungan dengan prinsip-prinsip usaha pada umumnya, segala yang diperlukan dipertimbangkan dengan matang antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh agar mendapatkan keuntungan. Analisis finansial perlu dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perkembangan usaha penangkapan ikan dari waktu ke waktu. Hal di atas menjadi salah satu proses yang akan digiatkan oleh Kepala Dinas KP Provinsi Sulbar yang dikenal sebagai pakar analis data.

Baca Juga :  5 Santriwati Korban Pelecehan Seksual, Oknum Kepsek Terancam Bui 15 Tahun

Terkait itu kata dia, Dinas Kelautan dan Perikanan khusus Bidang Perikanan Tangkap tentu menemui beberapa kendala yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama dalam usaha pengembangan usaha perikanan tangkap, seperti :
1. Masih minimnya fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Khusus di Kab. Mateng dan Kab. Pasangkayu sementara proses pembangunan fasilitas Pelabuhan Perikanan
2. Provinsi Sulawesi Barat belum memiliki laboratorium pengujian hasil perikanan.
3. Masih minimnya sertifikasi sistem perizinan (PIT)
4. Masih sulitnya akses nelayan untuk mendapatkan fasilitas pendanaan

Tujuan dari diadakannya pemaparan program dan kegiatan oleh masing-masing bidang adalah, agar Kepala Dinas beserta sejumlah Pejabat Es. III (Kepala Bidang) yang baru bergabung dapat mengidentifikasi persoalan-persoalan yang dihadapi DKP dan program/kegiatan apa saja yang harus segera dilaksanakan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan di tanah Malaqbi yang kita cintai bersama ini.

 

Editor : Aji

Berita Terkait

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berita ini 274 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:40 WIB

Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:30 WIB

Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

Berita Terbaru

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!