JPU Hadirkan 3 Saksi Sidang Perkara Pembunuhan, 1 Saksi Mengaku Ditekan Penyidik Polisi

- Jurnalis

Selasa, 25 Juli 2023 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa Persidangan di PN Mamuju.

Foto Istimewa Persidangan di PN Mamuju.

MAMUJU, indigo99.com | Sidang perkara pembunuhan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mamuju. Senin 24 Juli 2024, dengan agenda masih pemeriksaan saksi.

Dari 8 saksi yang sedianya dihadirkan La Ode Hakim, sebagai jaksa penuntut umum (JPU), diketahui hanya 3 saksi yang bersedia hadir memberikan keterangan soal peristiwa pembunuhan di Pengko pada tujuh bulan yang lalu itu.

Tiga saksi yang hadir di pengadilan negeri Mamuju itu adalah, nama Heril Ali Alias Ali Bin Tajai, alamat Dusun Salumanurung, Desa Salumanurung Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah. Saksi Abidin M Bin Sahida, alamat Dusun Kayu Sappu Desa Barakkang. Saksi Riswan Bin Abdul Haris alamat Dusun Batu Mapiping Desa Salumanurung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga saksi yang antrian memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim dicecar sejumlah pertanyaan baik dari majelis maupun dari JPU dan kuasa hukum terdakwa.

Seperti keterangan saksi Heril yang menyangkal sebagian BAP Polisi saat dimintai keterangan penyidik Polda Sulbar. Di hadapan majelis hakim, saksi Heril mengaku mendapat perlakuan tidak wajar dari penyidik Kepolisian saat memberikan keterangan soal peristiwa berdarah di kebun sawit yang menyebabkan matinya seorang pria yang bernama Haji Saenong Mayo.

“ Keterangan itu salah yang mulia, karena saat saya diperiksa Polisi saya dipukul yang mulia, “ kata Heril di hadapan majelis Hakim dalam sidang agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dari keterangan Heril yang mengaku mendapat perlakuan dari penyidik, Hakim yang mendengar keterangan saksi Heril dianggap tidak masalah. Namun kata majelis hakim jika berbohong sanksi menanti

“ Tidak ada masalah saudara menyangkali BAP saudara itu hak saudara, jangan sampai saudara berbohong. Karena bila berbohong ada sanksi tersendiri menanti saudara,” tegas salah seorang anggota Majelis Hakim.

Baca Juga :  Pj Bahtiar, Kunjungi Proyek Strategi Nasional DAM Budong - Budong

Heril juga mengakui tidak melihat kejadian pembunuhan namun hanya melihat orang – orang berhamburan sekitar 40 orang karena jaraknya ada sekitar 100 meter

“ Saya tidak melihat langsung kejadian yang mulia karena jaraknya kira – kira jaraknya ada sekitar 100 meter. Kalau orang – orang berhamburan saya melihat yang mulia, “sebut Heril

Dia juga mengaku, ke lokasi perkebunan sawit menggunakan perahu besi milik pria Abidin, dengan tujuan memanen dan membersihkan sawit. Namun saat di sana, tidak mengetahui ada kejadian pembunuhan di lokasi perkebunan. Tidak hanya itu saksi juga mengaku bahwa korban yang bernama Saenong Mayo mengaku tidak mengenalinya.

“ Memang kami kesana yang mulia untuk memanen kalau tidak memanen bersih – bersih yang mulia, dan itu memang jadwalnya hari Sabtu dan Minggu makanya kami kesana. Disana saya tidak melihat haji Mayon hanya yang lihat orang – orang pada berhamburan. Dan adanya kejadian ini, nanti di Polda baru saya tahu ada korban, “ terang Heril.

Senada dengan keterangan saksi Riswan di hadapan majelis hakim juga menyebutkan memang ada peristiwa perkelahian antar dua kelompok pada hari sabtu tanggal 14 januari 2023, di perkebunan kelapa sawit Desa Barakkang perbatasan Lebahada Kecamatan Budong – Budong.

Selain itu saksi Riswan juga mengaku, bahwa tidak melihat langsung adanya pembunuhan karena jaraknya jauh dari tempat kejadian yang sekitar 200 meter. Hanya saja kata dia, mengakui bahwa melihat orang – orang berhamburan dengan membawa senjata tajam.

Baca Juga :  Banding Diterima, Hukuman Penjara 3 Terpidana Korupsi Unsulbar Bertambah

“ Warga keatas memakai perahu karena memang mengikuti jadwal yang mulia yakni memanen dan membersihkan lahan sawit. Dan memang itu jadwalnya Sabtu dan Minggu kelompok ini kesana.” jelas Riswan

“ Waktu itu tidak sempat saya perhatikan, hanya saja saya lihat orang berhamburan kurang lebih 50 orang. Dan saya tidak tahu siapa yang duluan maju, karena jarak saya sekitar 200 meter yang mulia. Dan waktu itu saya hanya menolong Ahmad lamo, Jalaluddin dan Ardin karena pendarahan akibat terluka yang mulia, “ lanjutnya

Dalam sidang kali ini yang mendengar keterangan saksi. Dalam ruangan sidang, JPU sesekali juga memperlihatkan ke saksi barang bukti berupa parang dan tombak milik para terdakwa.

Dihubungi kuasa hukum terdakwa usai persidangan, Nasrun mengaku dari Ketiga saksi yang memberikan keterangan dalam persidangan, dianggap tidak rasional dalam arti kata, tidak melihat langsung kejadian yakni melakukan penganiayaan menggunakan parang dan tombak ke korban.

“ Tadi ada Tiga saksi yang diperiksa, dua saksi dari terdakwa dan satu saksi pemilik perahu. Dari keterangan Ketiganya, bahwa membenarkan adanya kejadian, sehingga mengakibatkan korban meninggal. Namun dari pandangan kami, memang ada beberapa keterangan – keterangan saksi itu tidak rasional karena menganggap tidak melihat langsung pelaku atau terdakwa memarangi korban dan menombak korban,” singkat Nasrun.

Sidang perkara pembunuhan dengan agenda mendengar keterangan saksi dipimpin langsung Ketua majelis Hakim Rahid Pambingkas dan dua hakim anggota Ignaitius Ariwibowo dengan Achmadi Ali. Sementara kuasa hukum terdakwa juga turut hadir Akriadi Pue Dolla bersama Rizal. Sidang kembali digelar hari Kamis dengan agenda masih pemeriksaan saksi.|@ji

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Berita ini 507 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:44 WIB

Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:19 WIB

Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!