Jadi Tersangka Kasus Bom Ikan, Seorang Pemuda Kabuloang Terancam 20 Tahun Penjara

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat barang bukti berupa perahu dan BB lainnya di perlihatkan kapolda Sulbar, saat menggelar press rilis kasus bom ikan.(F/Aji)

Terlihat barang bukti berupa perahu dan BB lainnya di perlihatkan kapolda Sulbar, saat menggelar press rilis kasus bom ikan.(F/Aji)

BULBAR,indigo99.com | Seorang pria inisial Z asal Kecamatan Kambunong Karossa Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ). Ditangkap oleh anggota Direktorat Polairud Polda Sulbar, karena diduga melakukan aktifitas ilegal di laut dengan menggunakan bom ikan ( Ilegal fishing ) 6/5/2024.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar didampingi Dit Polair dan Kabid Humas, saat melakukan press rilis di Mapolda Sulbar. Selasa pagi 7/5/24 

Adang menyebutkan, kasus ilegal dengan menggunakan bahan peledak di laut  dilaporkan oleh masyarakat.  Bahwa sebut dia, sering terjadi aksi bom ikan di Perairan Pulau Kambunong, Locus Delicti di Koordinat(1°56’782″ LS & 119°19’36” BT) Desa Kambunong Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah pada hari Sabtu tanggal 6 April 2024 lalu.

Lanjut kata dia, atas laporan itu personel langsung bergegas menuju lokasi, tiba di lokasi dan saat akan dilakukan tindakan penangkapan kepada seseorang mencurigakan yang diduga membawa bahan peledak Bom ikan, tersangka berhasil meloloskan diri dan kabur dari sergapan personil Dit Polairud Polda Sulbar.

Baca Juga :  PDAM Mamuju Terus Disorot, Ada Dugaan Pemasangan Pipa Tidak Sesuai Ukuran

Saat itu, petugas hanya berhasil mengamankan barang bukti yang ditinggalkan di atas perahu kayu. Selanjutnya dalam kurung waktu lebih 2 minggu Tim melakukan pencarian ke sejumlah titik lokasi di wilayah hukum Polda Sulbar namun pelaku masih tak kunjung diketahui keberadaannya.

Untuk memaksimalkan pencarian terhadap pelaku, personel Ditperolair atas perintah Dit Polair Akbp Deny Pudjianto menerbitkan DPO atas nama Z (29) yang diduga melanggar pasal 1 ayat  1 Undang-undang darurat No.12 tahun 1951 tentang penyalahgunaan Handak Bom ikan dan telah disebar ke beberapa tempat pelabuhan penyeberangan dan ke Polres/ta jajaran Polda Sulbar.

Alhasil, pada hari Sabtu 4 Mei 2024 Tim mendapat informasi bahwa pelaku berada di rumah temannya yang berada di jalan Kurungan Bassi Kecamatan Mamuju.

Memastikan informasi tersebut benar, tim Ditpolairud langsung melakukan pengintaian dan melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap tersangka Z pada hari Minggu 5 Mei 2024 yang selama ini jadi DPO.

Baca Juga :  LBH Mandar Yustisi Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal

Pelarian Z, harus berlabuh di balik jeruji rutan Polda Sulbar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Untuk barang bukti yang diamankan petugas berupa perahu kayu, mesin kompresor, mesin Ketinting, bahan peledak dalam wada botol kaca, kacamata selam, sepatu katak, selang kompresor.

Bersamaan itu, Kapolda juga berharap aksi seperti ini yaitu bom ikan tidak lagi terjadi khususnya di Sulbar pasalnya selain dapat merusak terumbu karang ternyata tangkapan ikan dengan cara pengeboman dapat menyebabkan keracunan akut, gangguan sistem saraf, kerusakan organ dan kanker.

Hal ini harus diketahui seluruh masyarakat sehingga aksi bom ikan yang masih menjadi penyakit masyarakat bisa segera dihentikan demi keamanan dan keselamatan bersama.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir para pejabat utama serta awak media yang siap menjadi penyambung lida Polri dalam mengedukasi masyarakat agar tidak lagi melakukan aksi pengeboman saat menangkap ikan, Selasa (7/5/24).

 

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 344 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!