Jadi Sorotan, Nilai Barang 625 Juta Bahan PCR di Labkesda Ekspayer  

- Jurnalis

Kamis, 7 Oktober 2021 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : sebuah mobil untuk kegiatan PCR milik Labkesda Provinsi Sulbar.

Ket Foto : sebuah mobil untuk kegiatan PCR milik Labkesda Provinsi Sulbar.

Indigo99.com | Keberadaan mobil PCR polymerase chain reaction ( PCR ) yang masih berada di halaman kantor Laboratorium Kesehatan daerah ( Labkesda ) Provinsi Sulawesi Barat, yang sempat menjadi sorotan salah satu lembaga Manakarra Aktivis Club ( MAC ) Provinsi Sulbar, karena belum difungsikan.

MAC Sulbar, kembali menyoroti soal keberadaan bahan habis pakai PCR yang nilai penganggarannya 625 juta, yang sampai saat ini tidak difungsikan karena sudah ekspayer atau kadaluarsa. Alat tersebut masa berlakunya hanya sampai di bulan Juni 2021.

Ketua MAC Sulbar, Yoga kepada Indigo99.com mengatakan bahan PCR yang satu paket dengan pengadaan mobil, yang nilai penggandaannya menelan anggaran Miliaran rupiah dari dana daerah. Kata dia, sangat disayangkan bahan itu tidak dipakai. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Ya tentu kita menyayangkan sekali jika bahan itu tidak digunakan oleh Dinkes, sampai habis masa ekspayernya karena pembelian itu menggunakan APBD. Itu kan pemborosan anggaran saja, “ kata Yoga saat bertandang di kantor Berita Indigo99.com , baru – baru ini.

Lanjut kata dia, jika salah satu alasan hanya dengan waktu bahan itu tidak bisa lama, tentu kata dia, perencananya tidak matang. Hal ini menjadi kerugian daerah yang membeli barang tidak memiliki asas manfaat bagi masyarakat. 

Baca Juga :  Besok, Acara Kuker Joko Widodo di Sulbar Terus Dimatangkan

“ tidak ada alasan pihak Dinkes soal bahan PCR itu tidak digunakan ekspayer lah apalah, berarti perencanaannya tidak matang. Itu nilainya besar pak, tidak sedikit, “ terangnya.       

Selain menyoroti bahan PCR yang habis pakai itu, Yoga juga mempertanyakan berita acara pemusnahan jika bahan itu tidak digunakan karena ekspayer. 

“ Tentu kita mempertanyakan apakah bahan itu dimusnahkan atau tidak. Kalau Dimusnahkan pihak Dinkes harus memperlihatkan berita acara pemusnahan nya karena itu obat jika ekspayer tentu berubah jadi racun yang bisa membahayakan orang – orang disekelilingnya. Makanya itu perlu dimusnahkan, “ jelas Yoga.

Dikonfirmasi kepada pihak Dinkes Provinsi Sulbar melalui PPTK nya, Amin kepada Indigo99.com mengatakan, soal tidak digunakannya bahan habis pakai PCR terdapat dalam mobil PCR yang nilainya 600 juta sekian. Kata dia, tidak tahu menahu dengan alasan bukan tanggung jawabnya sebagai PPTK.

“ Saya tidak tahu bahan PCR itu digunakan atau tidak karena itu bukan lagi rana nya saya sebagai PPTK. Semua itu tanggung jawab Labkesda, “ kata Amin saat ditemui Indigo99.com

Menurut Amin, dari informasi yang diterima bahan PCR yang habsi pakai itu yang tersimpan di dalam mobil PCR diakui sudah ekspayer karena salah satu alasan adalah tim yang bertanggung jawab di mobil tersebut istirahat dengan alasan insentif. Kata dia, pada saat pembahasan anggaran soal intensif di pergeseran anggaran, masa bahan itu keburu habis sehingga masuk di bulan Juli bahan itu tidak bisa lagi digunakan karena masa ekspayernya hanya sampai bulan Juni 2021.

Baca Juga :  Proyek Rusun Perkim Tinggalkan Utang 1,3 Miliar, Subkon Geram Tarik Barang

“ itu mi kemarin kita bahas termasuk intensifnya tim yang bertanggung jawab di mobil PCR itu, apakah bisa dimasuki pergeseran anggaran tahun dan alhamdulilah masuk ji. Namun saat pembahasan itu masa bahan itu hanya sampai di bulan Juni 2021. Dan hal ini saya sudah sampaikan sama suplayernya untuk di retur atau tukar, “ sebut Amin.

Masih dia, adanya sorotan bahan yang habsi pakai tidak digunakan itu, pihak Dinkes Provinsi Sulbar telah komunikasikan dengan pihak penyedia barang yang ada di Surabaya, untuk bisa di retur atau di tukar. 

“ soal bahan itu tidak bisa digunakan karena sudah ekspayer. Beberapa hari yang lalu kami sudah komunikasi dengan pihak penyedia barang di Surabaya, dan merespon ji untuk retur atau bahan itu bisa ditukar kembali. Jadi semua punya solusi, “ singkatnya. / Aji

Berita Terkait

Empat Bersaudara Duduk di Pelaminan Bersamaan, Total Mahar Ratusan Juta Rupiah
Presiden Joko Widodo Berada di Sulbar Akan Resmikan Proyek APBN 1 Triliun
Serap 8,2 Miliar Kondisi Bangunan Puskesmas Salupangkang Disoal
Sulbar Menghapus Air Mata Duka Palestina Dalam Peringatan Al Quds Day
GPM Jelang Idul Fitri, Sinergitas Pemerintah Sulbar Bersama Perum Bulog dan Distributor Pangan
Inspektur Inspektorat Keuangan Jamwas Gelar Inspeksi Khusus di Kejati Sulbar 
Anggota Pansus Ranperda Pemberian Insentif Kuker ke PTSP dan PT KHBL
Percepat Pengendalian Inflasi, Biro Ekbang Rapat Koordinasi dengan TPID Majene
Berita ini 228 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 12:14 WIB

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan

Rabu, 24 April 2024 - 06:31 WIB

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 April 2024 - 06:04 WIB

Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas

Selasa, 23 April 2024 - 17:05 WIB

Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan

Selasa, 23 April 2024 - 16:34 WIB

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 April 2024 - 09:14 WIB

Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi

Senin, 22 April 2024 - 17:28 WIB

Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos

Senin, 22 April 2024 - 15:42 WIB

Warga Terdampak Gempa di Malunda Layangkan Sikap Protes ke Jokowi

Berita Terbaru

Pj Zudan dalam Kuker ya di Kab Polman dalam acara pasar murah Ramadhan.(F/humas)

Advertorial

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 Apr 2024 - 06:31 WIB

Kuasa hukum Andi Dodi Hermawan berikan keterangan kepada media.

Headline

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 Apr 2024 - 16:34 WIB

error: Content is protected !!