Inflasi Sulawesi Barat Meningkat, BI Bersama Pemda Rumuskan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2022 – 2024

- Jurnalis

Rabu, 12 Januari 2022 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Enny Angraeny, bersama Kepala BI Sulbar, Hermanto. ( foto info sulawesi )

Wakil Gubernur Enny Angraeny, bersama Kepala BI Sulbar, Hermanto. ( foto info sulawesi )

indigo99.com | Menjaga stabilitas inflasi dan akselerasi pemulihan ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Bank Indonesia ( BI ) terus bersinergi dengan Pemerintahan Daerah ( Pemda ) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten, serta berbagai stakeholder terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulbar, Hermanto mengatakan, dalam menjaga kestabilan inflasi itu, Pemda terus melakukan pemantauan dan pengendalian harga komoditas strategis dengan berbagai cara, antara lain melalui operasi pasar dan pasar murah. 

Seperti yang telah dilakukan, pada tanggal 10 Januari 2022, Bank Indonesia bersama seluruh TPID di Sulawesi Barat baik dari provinsi maupun kabupaten pada level teknis melaksanakan Focus Grup Discussion( FGD ) penyusunan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Sulawesi Barat 2022-2024. Hal tersebut bertujuan untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi agar rendah dan stabil pada tahun 2022-2024. Penyusunan strategi ini disesuaikan dengan RPJMD dari masing-masing Pemda, sehingga program pengendalian inflasi tetap sejalan dengan perencanaan daerah dan dapat saling menguatkan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( BPS ), Sulawesi Barat pada bulan Desember 2021 mengalami inflasi IHK sebesar 1,00 persen ( mtm ), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 0,33 persen ( mtm ). Secara tahunan, inflasi Sulbar tercatat 4,39 persen ( yoy ), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,66 persen ( yoy ). Sedangkan tingkat inflasi nasional pada bulan Desember 2021 sebesar 0,57 persen ( mtm ), 1,87 persen ( yoy ), Hal ini menunjukkan inflasi Sulawesi Barat lebih tinggi dari inflasi nasional dan target inflasi sebesar 3 + 1 persen.

Baca Juga :  Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Peningkatan inflasi terutama dialami oleh kelompok volatile food dan administered prices. Kelompok volatile food mengalami inflasi 2,64 persen ( mtm ) pada Desember 2021, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar -0,06 persen ( mtm ). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai disebabkan produksi yang minim akibat cuaca ekstrem dan kenaikan harga minyak goreng seiring berlanjutnya kenaikan harga crude palm oil (CPO) global. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 9,96 persen ( yoy ), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 7,99 persen ( yoy ).

Kelompok administered prices pada Desember 2021 mencatat inflasi 1,30 persen ( mtm ), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen ( mtm ). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi angkutan udara seiring dengan adanya peningkatan permintaan pada saat libur Natal dan Tahun Baru ( Nataru ) pada bulan Desember, yang mendorong kenaikan harga tiket pesawat. Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 4,72 persen ( yoy ), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,98 persen ( yoy ).

Inflasi inti pada Desember 2021 tercatat 0,31 persen ( mtm ), lebih rendah dari inflasi November 2021 sebesar 0,48 persen ( mtm ). Berdasarkan komoditasnya, inflasi inti terutama dipengaruhi oleh inflasi komoditas cat tembok dan semen seiring dengan pembangunan Kembali pasca gempa dan realisasi proyek pemerintah. Secara tahunan, inflasi inti Desember 2021 tercatat sebesar 2,24 persen ( yoy ), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,00 persen ( yoy ).

Baca Juga :  PTT di DKP Sulbar Minta Haknya Dibayarkan, Ini kata Kadisnya

 Berikut merupakan perkembangan inflasi di Sulawesi Barat tiga bulan terakhir:

Inflasi Oktober 2021 : -0,07 persen ( mtm ), 3,02 persen ( ytd ), 3,41 persen ( yoy )

Inflasi November 2021 : 0,33 persen ( mtm ), 3,35 persen ( ytd ), 3,66 persen ( yoy )

Inflasi Desember 2021 : 1,00 persen ( mtm ), 4,39 persen ( ytd ), 4,39 persen ( yoy )

Apabila dibandingkan tahun 2020, sebut Hermanto, inflasi IHK tahun 2021 dipengaruhi oleh komoditas bahan pangan ikan segar dan hortikultura yang masih akan menjadi komoditas utama penyumbang IHK pada tahun ini. Ikan segar merupakan menu makanan favorit masyarakat Sulawesi Barat, sebagai warga pesisir sehingga permintaannya cukup tinggi. Kondisi cuaca ekstrem dan momentum HBKN diperkirakan akan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Sulawesi Barat. Selain itu, lebih banyaknya hasil produksi pertanian dan perikanan yang dipasarkan di luar Sulawesi Barat membuat persediaan komoditas di Sulawesi Barat menjadi terbatas, sehingga berpotensi mendorong inflasi.

Masih dia, dalam menjaga kestabilan harga pada tingkat yang stabil rendah perlu adanya sinergi dari berbagai pihak baik dari Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten, Bank Indonesia, Instansi Vertikal, hingga masyarakat umum. 

” Bank Indonesia terus menghimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan komoditas tertentu serta senantiasa mendiversifikasi bahan pangan tidak hanya pada salah satu komoditas tertentu. ” pinta Hermanto.**

Pewarta indigo99.com : Adji  

 

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 275 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!