Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera, 54 Pendamping Perhutanan Sosial Wilayah Sulbar Dibekali

- Jurnalis

Jumat, 25 Maret 2022 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pembekalan pendamping perhutanan sosial wilayah Sulbar tahun 2022. ( Foto. Mataindigo)

Suasana pembekalan pendamping perhutanan sosial wilayah Sulbar tahun 2022. ( Foto. Mataindigo)

MAMUJU, indigo99.com | Sedikitnya 54 orang pendaping mengikuti pembekalan pendampingan perhutanan sosial tingkat Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tahun 2022.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan wilayah Sulawesi pada Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan ( LHK ), dibuka langsung oleh Kadis Kehutanan Provinsi Sulbar, Hamzah.

Ditemui Agus Supriatna sebagai Kepala Seksi Kemitraan Lingkungan Balai Perhitungan Sosial wilayah Sulawesi, mengatakan kegiatan ini adalah salah satu tugas dan fungsinya ( Tupoksi ) adalah tentang pendampingan perhutanan sosial termasuk di Provinsi Sulbar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Agus, untuk Provinsi Sulawesi Barat ini sudah terbit SK persetujuan perhutanan sosial kurang lebih 471 SK persetujuan seluas 47 hektar dengan melibatkan 6. 3113 kepala keluarga. Bagi kelompok – kelompok tani hutan yang sudah mendapatkan SK persetujuan berharap bisa berkembang dan bisa menjadi mandiri.

” Kelompok – kelompok tani ini kan, diberikan akses pengelolaan kawasan hutan selama 35 tahun. Jadi pengelolaan ada Lima skema, ada hutan desa, ada hutan kemasyarakatan pada hutan tanaman rakyat, kemitraan dan ada hutan rakyat dan lembaganya lain – lain hanya yang membedakan lembaga pengelolaannya serta jenisnya.” kata Agus, kepada indigo99.com.

Baca Juga :  Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Lanjut dia katakan, bagi kelompok yang sudah mendapat SK persetujuan dari Kementerian LHK itu berharap bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi selain itu juga kawasannya tetap lestari, hingga didorong untuk bisa didampingi pendamping.

Dia menyebutkan, untuk Sulbar, diketahui ada 54 orang pendamping dari Enam kabupaten Provinsi Sulbar, dan asal pendamping itu beragam, ada yang dari penyuluh, dari NGO dan juga dari praktisi. Dan kata dia, pendamping – pendamping ini yang telah di SK kan dari bulan Maret 2022, sebelum terjun kelapangan untuk melakukan tugasnya sebagai pendampingan perlu dibekali secara teknis.

” Pembekalan yang diberikan hanya Dua poin itu saja, bagaimana bisa mendorong kelompok – kelompok tani untuk menyusun rencana kerja. Dua poin itu sih sebetulnya yakni hutan lestari dan masyarakat sejahtera, ” jelasnya

Dia berharap kepada puluhan peserta pendamping ini, ada dua hal penting yang harus diketahui yakni bagaimana pendamping ini bisa mendorong KTH untuk menyelesaikan rencana kerja perhutanan sosial. Selain itu kata dia, adalah pelaporan pendampingan karena itu saling berjalan.

Baca Juga :  Pemkab Mamuju Terima Liam Ruas Jalan Selesai Dikerja

” Lapangan harus berjalan dan laporan juga berjalan. Jadi setiap bulan teman – teman pendamping itu laporkan kepada kami bagaimana progres pendampingan, apa yang dilakukan di lapangan outputnya tercapai atau tidak, ada kendala apa saja di lapangan dilaporkan termasuk juga diteruskan Kesatuan Pengelolaan Hutan ( KPH ) dan dinas kehutanan, ” jelasnya.

Sementara salah seorang pendamping di wilayah KPH Mapilli Di Desa Sayoang masuk mendampingi kelompok tani hutan ( KTH ) Siario Kabupaten Polman. Kata dia, mengikuti kegiatan ini menjadi . Mengaku baru Dua kali ikut jadi petugas pendampingan. Kata dia, masuk jadi pendamping KTH mengaku ada tantangan tersendiri. Apalagi anggota KTH di desa didampinginya itu dikabarkan akan mendapat bantuan DAK mesin pembuatan gula aren atau gula merah tahun 2022.

” Harapannya bantuan DAK alat pengolahan gula aren atau gula merah yang diberikan oleh pemerintah, bisa memberikan kemajuan anggota KTH dan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan disana.” harapnya.**

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman
Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!