Heboh Kecurangan Seleksi CPNS, BKN Akan Diskualifikasi Peserta Curang

- Jurnalis

Selasa, 2 November 2021 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suharman (Foto: Tangkapan layar YouTube BKN)

Suharman (Foto: Tangkapan layar YouTube BKN)

indigo99.com | Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap banyak menerima laporan dugaan kecurangan saat seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021. Merespons hal itu, BKN melakukan analisis data peserta CPNS secara ketat dan akan mendiskualifikasi peserta yang melakukan kecurangan.

“Tentu teman-teman juga mendengar dan membaca banyak sekali terutama di sosial media ada potensi kecurangan yang terjadi di dalam pelaksanaan seleksi kompetensi dasar beberapa waktu yang lalu. BKN tentu saja dalam hal ini berterima kasih atas perhatian dari masyarakat terkait dalam pelaksanaan seleksi ini,” kata Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN, Suharman, dalam channel YouTube resmi BKN, Selasa (2/11/2021).

Dilansir dari detik.com, Suharman mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi mengenai dugaan kecurangan CPNS ini. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan soal lokasi secara lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait dengan potensi kecurangan kami saat ini sudah melakukan investigasi tetapi juga melakukan investigasi lanjutan untuk beberapa titik lokasi yang juga dilaporkan oleh masyarakat,” kata dia.

Baca Juga :  11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Suharman mengatakan saat ini BKN melakukan analisis terhadap data-data peserta seleksi CPNS yang dilakukan oleh artificial intelligence. Analisis itu dilakukan guna penelusuran dugaan kecurangan.

“Dan saat ini kami sudah melakukan machine learning, harus membuat suatu sistem yang baru untuk lebih semacam artificial intelligence untuk melakukan analisis terhadap data-data seluruh data peserta yang mengikuti seleksi apakah betul terjadi potensi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi ini,” kata dia.

Selain itu, Suharman mengatakan bahwa dalam seleksi tahap selanjutnya, BKN akan menggunakan single platform. Jadi potensi terjadinya remote access bisa diminimalkan.

“Nanti akan ada satu single platform system yang akan diterapkan, kalau sekarang masih bersifat multiplatform OS-nya, maka ke depan maka dipaksa sistem itu akan berada di dalam single platform, yaitu Linux, dengan Linux itu akan lebih tidak mudah bagi orang melakukan potensi untuk terjadinya remote access. Namun demikian, bukan berarti tidak ada celah, tetap saja akan ada celah kalau memang niatnya dari awal sudah tidak baik, celah itu pasti ada, namanya teknologi pasti punya keterbatasan,” sebut dia.

Baca Juga :  Webinar Kominfo di Polman Besok, Ajak Pelajari Hak dan Tanggung Jawab di Ruang Digital

Lebih lanjut, Suharman mengatakan partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk mengawal seleksi ini. Dia mengatakan masukan dari masyarakat itu akan dijadikan BKN agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan seleksi CPNS.

“Kami sadar betul bahwa kita tidak akan mampu mengawal pelaksanaan seleksi ini kalau sendirian. Jadi peran atau partisipasi aktif dari masyarakat kalau terjadi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi ini tentu akan membuat kami melaksanakan seleksi tadi lebih bertanggung jawab. Dan atensi ini tentu saja sangat kami apresiasi dan Pak Kepala BKN atensi dan perhatian dari masyarakat terkait dengan pelaksanaan seleksi ini,” sebutnya.**

Sumber Detik.com

Berita Terkait

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Nama Asri Anas Mencuat Maju di Pilgub Sulbar, PABPDSI Sulbar Gas Full
Kuasa Hukum BSP Minta Polda Sulsel Bongkar Sindikat Mobil Bodong
Pj Zudan Hadiri Rakornas Sawit, Sengketa Lahan dan Harga TBS Masih Fluktuatif 
Pansus DPRD Sulbar Kunjungi Fakultas Hukum Unhas Makassar
Pantang Lemas, Ini 9 Tips agar Tubuh Tetap Fit Saat Berpuasa!
Inspeksi Pimpinan, Jamwas Kejagung RI Puji Kejati Sulbar
Diterpa Isu Miring, Kemenag Sulbar Dipanggil Itjen Kementerian Agama RI
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 12:14 WIB

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan

Rabu, 24 April 2024 - 06:31 WIB

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 April 2024 - 06:04 WIB

Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas

Selasa, 23 April 2024 - 17:05 WIB

Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan

Selasa, 23 April 2024 - 16:34 WIB

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 April 2024 - 09:14 WIB

Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi

Senin, 22 April 2024 - 17:28 WIB

Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos

Senin, 22 April 2024 - 15:42 WIB

Warga Terdampak Gempa di Malunda Layangkan Sikap Protes ke Jokowi

Berita Terbaru

Pj Zudan dalam Kuker ya di Kab Polman dalam acara pasar murah Ramadhan.(F/humas)

Advertorial

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 Apr 2024 - 06:31 WIB

Kuasa hukum Andi Dodi Hermawan berikan keterangan kepada media.

Headline

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 Apr 2024 - 16:34 WIB

error: Content is protected !!