Hanya Uang 65 Juta, Oknum PNS Pemprov Sulbar Dipolisikan

- Jurnalis

Sabtu, 19 Maret 2022 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Korban penipuan Muna Yasmin, bersama Pempred darasaksara.com, duduk santai setelah usai melakukan wawancara soal kasus yang membelitnya. ( Foto. Adi )

Foto : Korban penipuan Muna Yasmin, bersama Pempred darasaksara.com, duduk santai setelah usai melakukan wawancara soal kasus yang membelitnya. ( Foto. Adi )

MAMUJU, indigo99.com | Seorang perempuan bernama Muna Yasmin, mengaku menjadi korban penipuan oleh salah orang oknum pegawai negeri sipil ( PNS ) inisial NF ( Terlapor ), yang tak lain anak salah seorang pejabat di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ).

Muna Yasmin mengaku korban penipuan dengan jumlah 65 Juta, hingga persoalan ini digiring ke rana hukum Polresta Mamuju. Dengan tujuan kasus ini bisa selesai.

Dikutip dilaman darasaksara.com, pada awal perkenalannya dengan terlapor, Muna Yasmin mengaku, sempat merasa terharu atas kondisi yang diceritakan NF, sebab dari pengakuannya bahwa suaminya tidak bekerja.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar cerita tersebut, Naya sapaan akrab gadis Bali berusia 21 tahun ini berinisiatif memasukkan NF kedalam salah satu grup arisan yang didalamnya juga terdapat beberapa rekannya.

Seiring berjalannya waktu, NF kemudian menghubungi Dua member dalam grup tersebut atas nama Sinta dan Bunga dengan tujuan untuk meminjam uang.

“Ada banyak member yang sempat dihubungi NF namun hanya ada dua member yang bersedia meminjamkan uang, akan tetapi saya tidak tahu perjanjian kepada kedua member tersebut.” kaya Muna

Baca Juga :  Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Tak sampai disitu, dari peminjaman uang yang dilakukan oleh NF dia mengatasnamakan saya ( Muna Yasmin ) selaku Founder Global Group.

Dari hasil pinjaman tersebut, Naya menyebut telah melihat bukti berupa chatting pinjaman yang mencapai 30 Juta dan 35 Juta, yang jika ditotal itu sampai Rp 65 Juta.

“ Setelah NF melakukan pinjaman, ia tak kunjung mengembalikan kepada orang yang memberikan pinjaman dengan batas yang telah ditentukan, sehingga kedua member tersebut menghubunginya secara terus menerus dan pada akhirnya saya yang bertanggung jawab pada keduanya,” ungkap Naya.

Dari peristiwa yang dialaminya, Naya sudah merasa ditipu dan dirugikan oleh NF, sehingga ia kemudian melaporkan anak pejabat di Kabupaten Mamuju Tengah itu ke Polresta Mamuju.

“Saya sudah merasa ditipu dan dirugikan, bahkan saya berupaya menghubungi NF, hanya seolah tidak ada niat baik untuk menyelesaikan, sehingga saya laporkan ke Polresta Mamuju,” jelas Naya.

Dirinya berharap, pihak Kepolisian untuk sesegera mungkin bisa membantu menyelesaikan problem yang dialaminya dengan jalur – jalur hukum.

” Saya berharap atas masuknya laporan di Polresta Mamuju, agar sesegera mungkin problem ini bisa diselesaikan dengan jalur – jalur hukum,” kunci Naya.

Baca Juga :  Ditpolair Polda Sulbar Tengah Selidiki Bom Ikan Meledak

Sekedar diketahui, saat laman ini menemui Naya di salah satu cafe di Mamuju, ia kemudian memperlihatkan berupa bukti surat pernyataan kesanggupan membayar hutang tertanggal 12 Desember 2021 lalu yang ditandatangani NF diatas materai 1000.

Dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Rigan Hadi Negara, kepada indigo99.com mengaku, jauh sebelum nya perempuan yang mengaku korban dugaan penipuan, sudah membuat laporan Polisi. Dan terlapor adalah salah seorang oknum PNS. Namun kata dia, surat panggilan terhadap terlapor sudah dilayangkan surat panggilannya kepadanya untuk bisa hadir hari Senin tanggal 21 Maret 2022.

“ Jadwalnya surat panggilannya hari Senin lusa, rencana akan dipertemukan antara pelapor dan terlapor. Tinggal bagaimana itikad baik si terlapor, kalau diterima sama si pelapor ya tentu selesai secara kekeluargaan. Tetapi, kalau tidak ada niat baik, ya tentu pelapor lanjutkan kasusnya. Kita lihat dulu niat baiknya si terlapor, “ jelas Rigan.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman
Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 963 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!