Guru Karate di Polman Diduga Hajar Anak Dibawah Umur 

- Jurnalis

Selasa, 5 Desember 2023 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Polman melakukan press rilis terkait kasus pengeroyokan di area stadion S Mengga Polman.(Foto/Humas)

Kapolres Polman melakukan press rilis terkait kasus pengeroyokan di area stadion S Mengga Polman.(Foto/Humas)

POLMAN,indigo99.com | Seorang guru karate inisial YH (27) resmi ditetapkan menjadi tersangka bersama 5 orang muridnya berinisial PH (18), FR (18),MH (17), AI (17) dan RH (19). Setelah seorang anak dibawah umur atas nama Ainun Syahrul (16), dinyatakan meninggal dunia Selasa 5/12/23

Diketahui korban bernama Ainun Syahrul (16), meninggal dunia setelah dirawat di RS Polman karena luka berat akibat pengeroyokan dari Keenam pelaku.

Kapolres Polman melalui Kasat Reskrim AKP Reza Pranata, kepada sejumlah wartawan mengatakan, korban anak dibawah umur meninggal dunia diketahui pada hari Selasa hari ini, setelah mendapat perawatan beberapa di Rumah Sakit Polman.

“ Tempat kejadiannya di pintu stadion S Mengga Polman, tiba – tiba korban dihajar oleh kelompok pelaku. Dan korban diserang menggunakan double stick lalu mendorong korban. Kejadian ini sempat menjadi tontonan warga dan segera melerai dan membawa korban anak ke RSUD Hajja Andi Depu,” kata Kasat Reza.

Baca Juga :  Bawaslu Mamuju Temukan Dugaan Pelanggaran Pemilu, 3 TPS Direkomendasikan PSU

Korban yang mengalami luka parah dan mendapat perawatan selama 5 hari. Dan korban dinyatakan meninggal dunia pada hari Senin 04/11/23.

“Kami telah mengamankan 5 tersangka diantaranya 3 (dewasa) dan 2 (anak dibawah umur). Salah satu Pelaku merupakan guru karate (Simpei) di Kabupaten polman,” pungkasnya.

Keenam tersangka terancam Undang – Undang perlindungan anak dengan ancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor : Aji

Berita Terkait

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berita ini 242 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:40 WIB

Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:30 WIB

Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

Berita Terbaru

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!