Empat Terdakwa Kasus Korupsi LPP Kalukku, Siap Disidangkan Pengadilan Tipikor Mamuju

- Jurnalis

Rabu, 5 Januari 2022 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat tersangka Korupsi masih dititip di Rutan Mamuju.

Empat tersangka Korupsi masih dititip di Rutan Mamuju.

indigo99.com | Empat terdakwa kasus korupsi pembangunan gedung lembaga pemasyarakatan perempuan ( LPP ) di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, dalam waktu dekat ini siap dituntut di Pengadilan Tipikor Mamuju, setelah hari ini, Selasa (5/1), Keempatnya resmi diserahkan penanganannya oleh penyidik Pidana Khusus ( Pidsus ) Kajati Sulbar  ke Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Kejari Mamuju. Selasa 5 januari 2021.

Berdasarkan keterangan Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin, SH membenarkan bahwa sore tadi Empat tersangka sudah diserahkan penangannya ke JPU Kejari Mamuju berdasarkan surat perintah ( Sprin ) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Didik Istiyanta dengan Nomor : PRINT- 09/P.6.5/FD.2/01/2022, tanggal 04 Januari 2022 perihal penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti.

“ Penyerahan Empat tersangka beserta barang buktinya ke JPU dari penyidik Pidsus.  Dalam waktu dekat ini, penuntutan terhadap terdakwa di Pengadilan Tipikor tidak lama lagi setelah pemberkasan rampung,” kata Amiruddin kepada indigo99.com    

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkan, terungkapnya kasus ini bawah pada tahun anggaran 2018 dilaksanakan Pembangunan Gedung Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Mamuju yang anggarannya bersumber dari DIPA Lapas Perempuan, dalam pelaksanaannya kegiatan Pembangunan Gedung LPP Kelas III Mamuju dilaksanakan oleh PT. MJK berdasarkan kontrak dengan nilai kontrak sebesar Rp. 17.775.000.000,- ( tujuh belas milyar tujuh ratus tujuh puluh lima juta rupiah )  Bahwa dalam pelaporan pekerjaan tersebut dilaksanakan hingga selesai 100 persen dan telah dibayarkan 100 persen. Namun ditemukan dugaan kekurangan kuantitas maupun kualitas sehingga diduga merugikan keuangan negara. 

Baca Juga :  Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Disebutkan, bahwa terdakwa Munir selaku PPK telah menyalahgunakan kewenangannya, yaitu melaporkan pelaksanaan atau penyelesaian Pengadaan Barang atau Jasa kepada Kuasa Pengguna Anggaran tidak sesuai dengan kenyataan, menyerahkan hasil pekerjaan pengadaan barang dan Jasa kepada Kuasa Pengguna Anggaran tidak sesuai dengan kontrak, melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran tidak sesuai dengan progress pekerjaan kepada kuasa pengguna anggaran, sehingga pembayaran pekerjaan dilakukan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan yang menimbulkan dugaan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp. 2.482.796.018,99- ( Dua Milyar Empat Ratus Delapan Puluh Dua Juta  Tujuh Ratus Sembilan Puluh Enam Delapan Belas Rupiah Sembilan Puluh Sembilan Sen).

Sementara terdakwa Saiful Bahri, selaku Pelaksana kegiatan atau Direktur PT. MJK, tidak melaksanakan tugasnya sesuai dengan kontrak yang diperjanjikan, tetapi malah menyerahkan kepada orang lain, yaitu tersangka AW, serta bersepakat untuk membagi – bagikan fee dari pembayaran pekerjaan tersebut.

Sedangkan terdakwa Andi Wello T, selaku pelaksana lapangan, melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, serta bersepakat dengan terdakwa Saiful Bahri untuk membagi – bagikan fee dari pembayaran pekerjaan tersebut.

Baca Juga :  Nama Asri Anas Mencuat Maju di Pilgub Sulbar, PABPDSI Sulbar Gas Full

“ Setelah melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, terdakwa Andi Wello melaporkan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga diduga menimbulkan kerugian negara, “ sebt Amiruddin

Lanjut Amiruddin, sementara terdakwa Aminah, selaku konsultan pengawas atau Direksi CV. CPN, melaksanakan tugasnya dengan melaporkan pekerjaan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga pembayaran pekerjaan dilakukan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. 

Diketahui pasal yang disangkakan adalah Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

“ Sampai saat ini Keempatnya masih ditahan dengan alasan ancaman pasal yang disangkakan kepada terdakwa adalah Pasal yang ancaman hukumannya di atas 5 (lima) tahun. Serta adanya kekhawatiran bahwa terdakwa akan melarikan diri dan merusak atau menghilangkan barang bukti, serta mempengaruhi saksi-saksi lainnya, “ pungkas Amiruddin.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat
Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar
Berita ini 736 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!