Dugaan Rekayasa Kegiatan Disdikbud Sulbar Menuai Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 1 Desember 2021 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

indigo99.com | Dugaan rekayasa kegiatan rembuk pendidikan dan rembuk kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Sulawesi Barat ( Sulbar ), menuai sorotan publik.  Salah satu bukti sorotan yang sangat konkret adalah absensi peserta yang ditandatangani langsung Kepala Disdikbud, Prof Dr Gufron Darma Dirawan.

“Sama sekali tidak benar kalau dua kegiatan yang digabung menjadi satu itu dilaksanakan empat hari. Itu hanya satu hari,” ujar Lukman, sebagai Direktur Eksekutif Celebes Employer Federation, Provinsi Sulbar. Rabu (1/12/2021).

Menurut Lukman, dalam undangan jelas tiga hari bukan empat hari. Rembuk Kebudayaan dimulai pukul 14.00 lewat, malamnya setelah magrib kegiatan selesai langsung bagi honorer ke peserta. Pembukaannya disatukan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak kadis bilang terpisah, padahal undangan yang dia tandatangani sendiri disatukan. Bukti itu ada sama kami,” kilahnya.

“Jadi sangat patut diduga pertanggungjawaban kegiatan berpotensi dimanipulasi. Kami melihat besar celah tindak pidana korupsi, sebab pelanggaran administrasi dilakukan secara sengaja dan sadar,” timpal Lukman.

Baca Juga :  2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Lebih jauh dia menjelaskan, sepertinya Kepala Disdikbud Sulbar tidak banyak tahu program dinas yang dipimpinnya. Kadis menyebut tidak ada pekan kebudayaan daerah, padahal di nomenklatur anggaran jelas tercantum. Terus bagaimana dengan peresmian Taman Budaya, ada atau tidak di program dinas?

“Lagian masa Rembuk Pendidikan dan Rembuk Kabudayan kegiatannya di bidang program. Apa karena hubungan yang sangat dekat antara pak kadis dengan Kasubag Program ketika itu (Iwan, red) bahkan notabene menjadi sesprinya. Ini kan harus ditelusuri,” sebut Lukman lagi.

Salah satu peserta rembuk Pendidikan dan Rembuk Kebudayaan yang dilaksanakan Disdikbud Sulbar di LPMP Majene, Februari 2021 silam, mengatakan sebagai peserta dirinya kaget membaca pernyataan Kadis Disdikbud Sulbar, Gufron Darma Dirawan, di salah satu media. Kadis menegaskan kegiatan empat hari, padahal dilaksanakan hanya satu hari.

Baca Juga :  2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

“Kaget saya baca berita itu, saya ini peserta yang ikut langsung. Kenapa disebut empat hari, padahal Cuma satu hari?,” kata salah satu peserta Rembuk Pendidikan dan Rembuk Kebudayaan itu, namun menolak disebutkan identitasnya.

Kepala Disdikbud Sulawesi Barat, Prof Dr Gufron Darma Dirawan, membantah dugaan dari CEF tersebut. Menurutnya, kegiatan dimaksud dilaksanakan secara terpisah.

“Sepanjang ingatan saya semua dilaksanakan terpisah,” tulis Gufron via whatsApp, Senin sore.

Dijelaskan, Rembuk Pendidikan memang dilaksanakan bersamaan dengan berbeda harinya dan berbeda entitasnya. Yang hadir pun berbeda baik peserta maupun proses pelaksanaannya.

Menurut Gufron, kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai dari pembukaan kemudian pemaparan dilanjutkan rembuk pendidikan esok harinya. Esoknya lagi rembuk kebudayaan.**

Pewarta indigo99.com : Mursalim Majid

 

Berita Terkait

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur
Tidak Kapok, Pemuda Asal Polman Kembali Tertangkap Polisi
Kejari Polman Sita Mobil Mitsubishi Xpander Milik Pejabat Pemda Polman
Pastikan Keamanan Logistik Pemilu, Kapolda Sulbar Tinjau Gudang KPU Majene dan Polman
Diduga Mainkan Sewa Alat Berat, Seorang Pejabat di Polman Ditahan Jaksa
3 Tersangka Korupsi Kapal di Polman Siap Disidangkan
Kadis Capilduk Sulbar Resmi Jadi Penjabat Bupati Polman
Kasus Kepemilikan Narkoba, Diduga Adik Kandung Pejabat di Polman Dibekuk
Berita ini 45 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!