Dugaan Penyimpangan Berbau Korupsi, Tiga Pejabat di Majene Jadi Terlapor

- Jurnalis

Senin, 21 Maret 2022 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejari Majene. ( Foto/ Masalembo.com )

Kantor Kejari Majene. ( Foto/ Masalembo.com )

MAJENE, indigo99.com | Dugaan kasus penyimpangan yang berbau korupsi di lingkungan Pemerintah Daerah ( Pemda ) Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi barat ( Sulbar ), semakin menyengat.

Hal ini, membuat jaringan pemerhati kebijakan pemerintah daerah ( Japkepda ), resmi melayankan laporan di Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Majene.

Diketahui, laporan Japkepda bersama tim langsung diterima di ruangan pejabat Kepala Intelijen Kejari Majene. Senin 21 Maret 2022, sekitar pukul 14.00 Wita.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikabarkan, Japkepda melaporkan Tiga orang pejabat penting di lingkungan Pemda Majene. Ketiga pejabat yang menjadi objek laporan itu, diduga melakukan penyelewengan yang berbau korupsi.

Ketua Japkepda, Juniardi dalam rilis ke redaksi indigo99.com, mengaku Tiga orang pejabat yang dilaporkan adalah oknum pejabat di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene. Kata dia, oknum pejabat tersebut, diduga menyalahgunakan pengelolaan bantuan Kementerian Pendidikan kepada 80 sekolah SD dan SMP tahun 2021.

Yang lebih parahnya lagi, ungkap Juniardi, adalah salah satu oknum pejabat di Kecamatan Bangae Timur, dimana diduga melakukan pungutan liar ( Pungli ) dana untuk kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran ( MTQ ). Serta salah seorang pejabat asisten di Bidang Pemerintahan Setda Majene dengan diduga penyalahgunaan dana hibah 65 Masjid tahun 2021.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

“Kami anggap data sudah lengkap dan kami sudah serahkan ke Kejari Majene. Ditambah dengan adanya desakan publik terhadap kami untuk membongkar dugaan pelanggaran hukum di daerah ini cukup besar,” tegas Juniardi.

Menurut Juniardi, Ketiga pejabat yang terlapor itu diduga melanggar Pasal 12E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang – undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dan kata dia, perbuatan ketiganya juga diduga melanggar Pasal 368 KUHP ( Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ) berbunyi barang siapa dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu, yang secara keseluruhan atau sebagian adalah kepunyaan orang – orang itu, atau menghilangkan kebiasaan menghapuskan, diancam karena pemerasan dengan penjara paling lama sembilan bulan.

Selain itu masih Juniardi, Ketiganya juga diduga melanggar Pasal 423 KUHP, bahwa Pegawai negeri yang dengan maksud menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain dengan melawan hak, memaksa seorang dengan sewenang – wenang memakai kekuasaannya, supaya memberikan sesuatu, melakukan sesuatu pembayaran, memotong sebagian dalam melakukan pembayaran, atau mengerjakan sesuatu apa, dihukum penjara selama – lamanya Enam tahun.

Baca Juga :  Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

“Laporan ini, kami tembuskan ke Kejagung RI dan Kejati Sulbar, sehingga kami berharap terlapor dapat segera dimintai keterangan terhadap Ketiganya,” tegasnya.

Dikonfirmasi kepada Kasi Intelijen Kejari Mamuju, Amanat Panggalo, membenarkan adanya sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Japkepda memasukkan laporan di Kejari Majene. Dan kata dia sudah di regis di PTSP melalui Pos Pelayanan Hukum dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat ( PPH & PPM ).

“ Tadi siang mereka memasukkan laporan ke kami dan sudah kami terima. Ada Tiga hal yang dilaporkan yang semuanya adanya dugaan penyelewengan. Namun hal ini tentu kami akan lakukan full baket dulu dan melakukan klarifikasi. Saya kira semua laporan yang masuk tetap kami atensi oleh nya itu kami ful baket dulu ya, “ jelas Kastel Kejari Majene kepada indigo99.com.

Pewarat indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan
Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras
Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas
Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan
Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru
Jokowi Resmikan Proyek APBN 1,31 Triliun di Sulbar
Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos
Berita ini 690 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 12:14 WIB

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan

Rabu, 24 April 2024 - 06:31 WIB

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 April 2024 - 06:04 WIB

Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas

Selasa, 23 April 2024 - 17:05 WIB

Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan

Selasa, 23 April 2024 - 16:34 WIB

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 April 2024 - 09:14 WIB

Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi

Senin, 22 April 2024 - 17:28 WIB

Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos

Senin, 22 April 2024 - 15:42 WIB

Warga Terdampak Gempa di Malunda Layangkan Sikap Protes ke Jokowi

Berita Terbaru

Pj Zudan dalam Kuker ya di Kab Polman dalam acara pasar murah Ramadhan.(F/humas)

Advertorial

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 Apr 2024 - 06:31 WIB

Kuasa hukum Andi Dodi Hermawan berikan keterangan kepada media.

Headline

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 Apr 2024 - 16:34 WIB

error: Content is protected !!