Dugaan Keterlibatan Pejabat Mafia Penerimaan CPNS Sulbar, Tegas Dirkrimsus Sebutkan ini

- Jurnalis

Senin, 25 April 2022 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirkrimsus Polda Sulbar, Kombes Pol. Afrizal, memberikan keterangan kepada sejumlahmedia soal pengungkapan kasus CPNS 2021. ( Foto/indigo)

Dirkrimsus Polda Sulbar, Kombes Pol. Afrizal, memberikan keterangan kepada sejumlahmedia soal pengungkapan kasus CPNS 2021. ( Foto/indigo)

MAMUJU, indigo99.com | Soal dugaan permainan culas penerimaan CPNS tahun 2021 di beberapa Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), kini tim Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar, tengah membidik mafia pejabat yang ditengarai bermain – main dalam penerimaan CPNS di Sulbar.

” Kami tidak peduli mau pejabat siapa dia, jika ada terbukti kami akan sikat. Coba bayangkan rekan – rekan kasus ini adalah masuk isu nasional. Terkait adanya dugaan keterlibatan pejabat terhadap kasus ini, ya tentu kami masih dalami dulu dan masih melakukan penyelidikan, termasuk di Kabupaten Mamasa. Jadi sabar saja rekan – rekan nanti kami akan kabari selanjutnya, “tegas Kombes Pol Afrizal Direktur kriminal khusus ( Dirkrimsus ) Polda Sulbar.

Dalam keteranganya kepada sejumlah wartawan bahwa Ketiga tersangka yang telah berhasil diamankan adalah inisial A berperan sebagai penjawab soal peserta, tersangka H berperan sebagai memfasilitasi pengadaan aplikasi. Dan tersangka F berperan menjalankan atau mengelola aplikasi. Pelaku ini, menjanjikan para korban jika lulus korban harus siapkan uang 200 juta dan sudah mengantongi SK lulus.

” Para pelaku dalam menjalankan aksinya, membuka harga kepada korban sebesar 200 juta. Dan nanti akan dibayarkan jika telah lulus dan menerima SK.” jelas Afrizal

Masih terkait sindikat penerimaan CPNS di Sulbar tahun kemarin, sebut Afrizal, untuk peserta yang terseret dalam kasus ini tidak dinyatakan sebagai tersangka karena hanya sebagai korban.

“Karena hasil gelar perkara peserta dijadikan saksi semua, karena mereka menjadi korban termasuk Bryan dan Mutmainnah yang mendapat nilai tertinggi,” disebut.

Lanjut Afrizal, berharap dalam pengungkapan kasus ini, Ketiga tersangka kooperatif dalam membantu tim penyidik dalam mengungkap apakah ada tersangka lain atau sudah cukup Tiga orang.

“Seperti di Kabupaten Mamasa, kami masih lidik dan kita berharap ya apabila Ketiga tersangka semua kooperatif, mau terbuka kepada kami maka bisa ketahuan satu persatu,” terangnya.

Terhadap Ketiga tersangka ini dengan terbukti melakukan permainan nakal terhadap penerimaan CPNS di Sulbar. Kata dia, penyidik mentersangkakan dengan undang – undang ITE dengan ancaman 6 sampai 10 tahun penjara.

“Mereka dijerat dengan undang-undang ITE, dengan ancaman hukuman 6 sampai 10 tahun.” tegas mantan Dirkrimsus Polda Sulteng itu.

Baca Juga :  Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa

Terhadap kasus yang menjadi isu nasional ini, lewat sambungan Video Conference Kabid Penerangan Hukum Polri Komjen Pol Agus Andrianto bersama Lima Polda, yakni Polda Sulbar, Polda Sulteng, Polda Lampung, Polda Makassar Dan Polda Kendari. Dalam keterangannya menyebutkan dari hasil pengungkapan kecurangan CPNS 2021, disebutkan ada 21 orang sipil dan 9 PNS yang terlibat dalam kegiatan kecurangan ini.

Agus menyebutkan, Ada 10 tempat kejadian perkara ( TKP ) yang berhasil diungkap oleh Direktorat Krimsus pada masing – masing Polda. yakni Sulteng, Sulbar dan Sultra, Lampung dan Sulsel, untuk di Sulsel ada beberapa lokasi yaitu Makassar, Toraja, Sidrap, Palopo, Luwu, Enrekang.

“Modus operandi yang dilakukan para pelaku ada menggunakan aplikasi remote dan perangkat khusus yang dimodifikasi para pelaku,” jelasnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan Polisi diantaranya beberapa 6 unit laptop, 1 unit Ipda, 8 buku tabungan, 1 unit Network Video Recorder( NVR ),1 unit PC, 13 unit Handphone,1 sim card dan 1 Debit Card.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman
Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 566 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!