Dua Terdakwa Korupsi SPAM Jaringan Perpipaan di Polman, JPU Nyatakan Bersalah

- Jurnalis

Jumat, 13 Mei 2022 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat Kedua tersangka Korupsi perpipaan telah mengenakan rompi tahanan Kejari Polman .

Terlihat Kedua tersangka Korupsi perpipaan telah mengenakan rompi tahanan Kejari Polman .

POLMAN, indigo99.com | Dua terdakwa korupsi kegiatan Pembangunan SPAM jaringan perpipaan di Desa Kelapa Dua Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ) pada Dinas PUPR tahun 2018. Baru – baru ini, dituntut berbeda oleh Jaksa penuntut umum ( JPU ) Kejari Polewali Mandar ( Polman ). Rabu tanggal 11 Mei 2022.

Diketahui, dalam pembacaan amar tuntutan oleh oleh JPU Andi Rieker, SH di Pengadilan Tipikor Mamuju terhadap Dua terdakwa. Untuk terdakwa Ir. Muh. Nasir Alias Ronal dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dalam dakwaan Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Terdakwa Ir. Muh. Nasir Alias Ronal, dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun dikurangkan dengan masa penahanan, denda sebesar 50 Juta Subsider 3 bulan kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp. 419.503.230,81 yang dikompensasikan dengan Pengembalian kerugian negara ke kas daerah sebesar Rp. 16.685.440,- berdasarkan Surat Tanda Setoran (STS) tanggal terima 26 Agustus 2020 dan pengembalian kerugian negara sebesar Rp. 30.000.000, berdasarkan Berita Acara Penitipan Uang tanggal 27 Januari 2022 sehingga sisa uang pengganti yang harus dibayar oleh Terdakwa sebesar Rp. 372,817,790,81 dengan ketentuan apabila Terdakwa tidak membayar uang pengganti selama 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dijual lelang untuk membayar uang pengganti tersebut dan jika Terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun.

Sedangkan terdakwa Ir. Dayang Tahir Mandawari, dalam amar tuntutan JPU juga dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dalam dakwaan Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 jo UU No.20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sehingga terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangkan dengan masa penahanan, denda sebesar 50 Juta Subsider 3 bulan kurungan penjara, membayar uang pengganti sebesar Rp. 8.054.672,50 yang dikompensasikan dengan pengembalian kerugian negara sebesar Rp. 8.055.000, berdasarkan Berita Acara Penitipan Uang tanggal 12 Maret dan 14 Maret 2022 sehingga tidak ada lagi uang pengganti yang harus dibebankan kepada terdakwa.

Baca Juga :  Hari ini, KPU Mamuju Laksanakan PSU di 6 TPS

Dikonfirmasi kepada JPU Andi Rieker kepada indigo99.com mengatakan, tuntutan terhadap Kedua terdakwa ini sudah sesuai dengan pedoman penuntutan dan SOP penanganan perkara. Salah satu alasan JPU menuntut berbeda kedua terdakwa adalah bahwa peran masing – masing terdakwa berbeda.

“ iya, salah satu terdakwa berperan sebagai PPK yakni Ir. Dayang Tahir Mandawari. Jadi dengan sendirinya terdakwa Dayang tidak turut menikmati kerugian keuangan negara. Dan Tuntutan terhadap Kedua terdakwa ini sudah sesuai dengan pedoman penuntutan dan SOP penanganan perkara, “ jelas Rieker.

Dalam persidangan Tipikor yang diketuai oleh Majelis hakim Nurlely, SH dan Dua anggota majelis hakim David Soplanid, SH.MH serta Yudikasi Waruwu , SH.MH.

Sidang korupsi kegiatan Pembangunan SPAM jaringan perpipaan kembali digelar di pengadilan Tipikor Mamuju pada pekan depan dengan agenda pembelaan ( Pledoi ) dari Kedua terdakwa.**

Pewarta indigo99.com : Aji

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 1,774 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!