Diduga Lecehkan Santrinya, Seorang Ustadz di Mamuju Dipolisikan

- Jurnalis

Minggu, 11 Februari 2024 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban yang tak lain santri salah satu Ponpes di Mamuju, buat laporan Polisi di Polresta Mamuju.(Foto/indigo99)

Korban yang tak lain santri salah satu Ponpes di Mamuju, buat laporan Polisi di Polresta Mamuju.(Foto/indigo99)

MAMUJU, indigo99.com | Merasa dilecehkan oleh seorang oknum Ustadz yang mengajar di salah satu pondok pesantren ( Ponpes ) di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.

Diketahui, ada Lima santriwati yang masih dibawah umur didampingi keluarganya, mendatangi SPKT Polresta Mamuju untuk melaporkan seorang Ustadz yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Minggu 11/2/24

Arham yang mengaku keluarga korban, kepada sejumlah Wartawan, mengaku bahwa terkuaknya kasus dugaan pelecehan seksual ini karena adanya seorang santriwati tiba – tiba kabur dari Ponpes akibat diduga menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang ustadz.

Berdasarkan pengakuan korban, bahwa sang ustadz sering masuk di kamar mandi saat korban sedang mandi. Selain itu, terduga pelaku melakukan pelecehan dengan menarik sarung korban hingga telanjang, bahkan tidak segan – segan pelaku memegang kemaluan santrinya.

Kata dia, kemungkinan kejadian ini sudah berlangsung lama. Dan diduga korbannya masih bertambah.

“ Seandainya tidak ada santriwati yang lari dari pondok semalam, kemungkinan kasus ini tidak ketahuan. Karena orang tuanya menceritakan ke kami tentu kami tindak lanjuti dengan membuat laporan polisi,” kata Arham.

Baca Juga :  Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024

Sementara Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman membenarkan adanya santriwati yang didampingi keluarganya membuat laporan polisi dugaan kasus pelecehan.

“ saya belum tahu apa motifnya, yang pastinya ada Lima orang santriwati yang sudah membuat laporan Polisi didampingi keluarganya soal dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pengasuhnya. Tentu laporan yang masuk, sudah pasti akan kami lakukan penyelidikan. Jika ada perbuatan melawan hukum, pasti kami akan tindak, “ pungkas Herman

Editor : Aji

Berita Terkait

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berita ini 1,809 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:40 WIB

Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:30 WIB

Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

Berita Terbaru

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!