DERAK Pertanyakan Anggaran Jasa Medik Covid – 19, Mengendap Dimana?

- Jurnalis

Jumat, 18 Februari 2022 - 02:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DERAK, Husaeni.

Ketua Umum DERAK, Husaeni.

indigo99.com | Dewan Rakyat Anti Korupsi ( Derak ) mempertanyakan soal kejelasan dana jasa medik Covid – 19 di RSUD Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang nilainya kurang lebih 8 Miliar, dimana sudah Dua tahun belum dibayarkan oleh pemerintah.

Ketua DERAK, Husaeni kepada indigo99.com mengatakan, anggaran jasa medik di RSUD Sulbar, yang sudah Dua tahun belum dibayarkan diminta kepada Inspektorat Sulbar untuk melakukan intervensi terhadap persoalan ini.  

“ Kita harus pertanyakan ini, dana ini mengendap dimana?. kan lucu, kok Dua tahun berturut – turut tidak dibayarkan hak – haknya ke penerima. Inspektorat harus turun tangan mengenai persoalan ini, ada apa sebenarnya jasa medik ini belum dibayarkan yang sudah Dua tahun berturut – turut. ” tanya Husaeni    

 Lanjut dia, jika alasan pemerintah dana tersebut tidak ada transferan dari pemerintah pusat, kata dia, tentu alasan tidak rasional karena anggaran Covid – 19, tidak pernah kosong atau jadi utang dari pemerintah.

“ Kenapa ada utang ? memang ini dana PEN harus di utang ?, Ini jelas sekali, pemerintah pusat sudah anggarkan dana Covid disetiap daerah, mulai dari biaya perawatan sampai pemulihan itu pusat semua ditanggung sampai dengan biaya tenaga medik Covid yang siang malam bekerja, “ ujar Husaeni.

Baca Juga :  Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 

Terkait persoalan ini, Husaeni meminta kepada pemerintah Sulbar harus benar – benar menyikapi dan punya rasa empati terhadap tenaga kesehatan ( Nakes ) di RSUD Provinsi Sulbar, yang tiap hari bersentuhan langsung dengan pasien Covid – 19, dan diperlakukan seperti itu tidak memberikan hak – haknya. Lanjut kata dia, Nakes Covid, bisa dikatakan sebagai pahlawan sebagai penyelamat nyawa manusia. Dan Pemerintah Sulbar tidak boleh berdiam diri terhadap persoalan ini. 

“ Nakes Covid – 19 yang bertugas di RS Sulbar itu, saya bisa katakan pahlawan kemanusiaan. Coba bayangkan, mereka itu tinggalkan keluarganya hanya menguris orang yang terinfeksi virus yang mematikan yang bisa saja menulari keluarganya kalau pulang ke rumah. Dimana empati kita semua, kok diperlakukan seperti itu mereka.” ungkapnya.

Lanjut dia katakan, terhadap persoalan ini meminta kepada aparat penegak hukum untuk masuk melakukan investigasi. Di masa pandemi ini, pemerintah sudah menekan agar jangan coba – coba mainkan anggaran Covid – 19 di tengah kesusahan masyarakat saat ini.

“ Saya minta APH harus turun melakukan investigasi persoalan ini. Dan tidak bisa dibiarkan, kami juga DERAK akan lakukan investigasi soal dana Covid di Sulbar. Tentu kita berharap, ada kejadian korupsi di tengah pandemi apalagi memainkan anggaran Covid – 19, “ tegas Husaeni.

Baca Juga :  Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Dikonfirmasi kepada Direktur RSUD Sulbar, dr Ikhwan membenarkan bahwa jasa medis pelayanan Covid – 19, di akui memang belum dibayarkan selama Dua Tahun berturut – turut.

“ iya benar, jasa medisnya petugas memang belum dibayarkan selama Dua tahun yaitu 2020 – 2021, ” kata Ikhwan.

Salah satu alasan belum dibayarkan sebut Ikhwan adalah, karena lambatnya transferan dana dari kementerian terkait.

“ Yang benar 2020 dan tahun 2021 memang belum kami bayarkan karena lambat transferan dari pusat. Dan ini biasanya itu diakhir tahun, baru dibayar dari kementrian kesehatan sehingga kepepet memang waktunya.” kata Ikhwan.

Dia mengaku, persoalan ini menjadi utang bagi pemerintah karena sudah masuk tahun 2022.
“ Itu bukan urusan kecil,sehingga di tahun 2022 ini, harus di review dulu sebagai utang, karena memang semua yang telah dilewati harus utang dulu.” pungkas mantan Kabid Promkes Dinkes Sulbar.**

Pewarta indigo99.com : Adji 

 

                  

Berita Terkait

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu
Laporan Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene, Jaksa Lakukan Pulbaket
Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene 500 Juta, Dilaporkan Kejaksaan
Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Berita ini 313 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:27 WIB

Laporan Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene, Jaksa Lakukan Pulbaket

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:56 WIB

Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene 500 Juta, Dilaporkan Kejaksaan

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:10 WIB

Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 

Berita Terbaru

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin bersama Bupati Pasangkayu, melakukan penanaman perdana bibit sukun di salah satu lokasi di Pasangkayu.(H/Foto)

Advertorial

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!