DERAK Minta Gass Full Penyidikan Replanting Mateng

- Jurnalis

Rabu, 12 Januari 2022 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DERAK, Husaeni.

Ketua Umum DERAK, Husaeni.

indigo99.com | Pasca penetapan tersangka hingga penahanan Ketiga tersangka kasus korupsi dugaan penyalahgunaan dana peremajaan sawit rakyat ( PSR ) atau Replanting di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ).

Ketua umum Dewan Rakyat Anti Korupsi ( DERAK ), HUsaeni kembali angkat bicara soal penanganan Korupsi replanting yang saat ini menjadi perhatian publik khususnya di Sulawesi Barat ( Sulbar ).

Husaeni mengatakan, meskipun kasus ini telah menyeret Tiga orang tersangka yakni MA, BA dan SY. Namun kata dia, meminta kepada tim Jaksa Pidana Khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, agar penyidikan ini harus gass full.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Tentu kita minta kepada Kejati Sulbar agar jangan hanya Tiga orang yang ditersangkakan. Kalau bisa penyidikan replanting ini harus gass poll, biar makin greget, “ tegas Husaeni kepada indigo99.com. Rabu ( 12/1 ).

Menurut dia, ada puluhan Gapoktan pemilik dana 8 Miliar itu. Dan ini harus diungkap oleh Kejati Sulbar. Jika misalnya ada Gapoktan yang memiliki dana tersebut tentu harus diproses hukum sesuai dengan undang – undang berlaku. Dan sudah pasti, data puluhan Gapoktan sudah dimiliki Kejati dan tentu harus dibuka.

Baca Juga :  Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

“ Terkait Replanting, Kejati Sulbar harus mampu ungkap pemilik Gapoktan, siapa saja pemiliknya dan harus dibuka ke publik, “ katanya 

Dikonfirmasi kepada Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin mengaku bahwa dalam penanganan kasus Korupsi Replanting di Kabupaten Mamuju Tengah, diserahkan kewenangan kepada Tim jaksa penyidik Pidsus. Penanganan kasus Replanting Mateng, benar – benar dilakukan secara profesional tanpa ada desakan dari siapapun dan penyidiknya merdeka dalam melakukan penanganan hukum berdasarkan dengan undang – undang yang berlaku. Soal ada disebut Gass Full, penyidik Pidsus sudah gass full terbukti melakukan penetapan tersangka dan langsung dilakukan penahanan bahkan tidak berlangsung lama, tim penyidik Pidsus melakukan penyitaan barang bukti berupa uang 1,4 miliar lebih dari rekening Gapoktan Makassar Bahagia.      

“ Kami serahkan sepenuhnya kewenangan kepada penyidik, biarkan dia bekerja tanpa ada intervensi dan desakan dan ini benar – benar merdeka penyidiknya. Kalau dibilang gas full, dari kemarin kami sudah gas full, dimana Ketiga tersangka tidak lama ditetapkan jadi tersangka hari itu juga kami tahan dan langsung penyitaan barang bukti berupa uang 1,4 Miliar lebih dari rekening Gapoktan, “ pungkas Amiruddin.

Baca Juga :  Pj Gubernur Tegur Kadis Pendidikan Sulbar, 4 Pimpinan OPD di Sulbar Terancam Dievaluasi

Seperti yang dirilis di kabarkan indigo99.com, soal penanganan kasus Korupsi dugaan penyalahgunaan dana peremajaan sawit rakyat ( PSR ) ( Replanting ) di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ) tahun 2019. 

Tim penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulawesi Barat ( Sulbar ), tidak tanggung – tanggung menemukan kerugian negara sebesar 7,9 Miliar berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Sulbar.     

Terhadap kasus ini, penyidik menetapkan Tiga orang tersangka yang diduga berperan aktif dalam kegiatan ini.

Tiga tersangka inisial MA, BA dan SY yang sejak pagi tadi mengikuti pemeriksaan tambahan di ruanagan penyidik Kejati Sulbar. Sore ini ( Senin 10 januari 2022 ), terlihat resmi menggunakan rompi kebesaran Kejati Sulawesi Barat ( Sulbar ).Dan ketiganya langsung mengikuti penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Kelas II Mamuju.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 477 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!