DERAK Apresiasi Kejati Sulbar Bongkar Kasus ini 

- Jurnalis

Selasa, 11 Januari 2022 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DERAK, Husaeni.

Ketua Umum DERAK, Husaeni.

indigo99.com | Pasca penahanan tersangka yang dilakukan Kejati Sulbar, Senin kemarin ( 10/1 ) terhadap dugaan kasus korupsi penyalahgunaan dana peremajaan sawit rakyat ( PSR ) ( Relanting ) di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ). Mendapat apresiasi dari dewan rakyat anti korupsi ( DERAK ).

Ketua Umum DERAK, Husaeni mengapresiasi tindakan Kejati Sulbar, yang berhasil membongkar kasus dugaan peyalagunaan dana peremajaan sawit di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), yang tak tanggung – tanggung menahan Tiga orang tersangka, yakni salah seorang pejabat Pemda Mateng, yakni MA, BY dan SY.

“ Ini patut diapresiasi kepada teman – teman Jaksa di Sulbar, dalam waktu yang singkat mampu membongkar kasus Korupsi Replanting di Kabupaten Mamuju Tengah, “ kata Husaeni kepada indigo99.com.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, ini sejarah baru pengungkapan kasus Korupsi di Provinsi Sulawesi Barat, yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sulbar. Sebab kata dia, kasus Replanting ini ditemukan kerugian negara yang sangat besar yakni 7,9 Miliar.

“ Ini luar biasa, kasus Replanting ini sangat besar sekali kerugian negaranya. Kita berharap jaksa agar terus membongkar kasus ini tanpa melihat siapa yang terlibat dan latar belakangnya, “tegas Husaeni.

Selain itu, Kejati Sulbar yang terus menegakkah hukum di Sulbar tanpa pandang bulu. Husaeni meminta kepada Kejaksaan Agung agar terus membackup penyidikan kasus Replanting di Provinsi Sulawesi Barat. Karena tidak menutup kemungkinan dalam penyelidikan peningkatan kasus Replanting ini ada bukti baru yang bisa melibatkan orang lain.            

Baca Juga :  Empat Bersaudara Duduk di Pelaminan Bersamaan, Total Mahar Ratusan Juta Rupiah

“ Terhadap kasus ini, Kejagung harus membackup Kajati Sulbar. Kita tidak tahu jangan sampai ada bukti baru yang bisa melibatkan orang lain, “ pintanya.

Seperti yang dirilis di kabarkan indigo99.com, soal penanganan kasus Korupsi dugaan penyalahgunaan dana peremajaan sawit rakyat ( PSR ) ( Replanting ) di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ) tahun 2019. 

Tim penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulawesi Barat ( Sulbar ), tidak tanggung – tanggung menemukan kerugian negara sebesar 7,9 Miliar berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Sulbar.     

Terhadap kasus ini, penyidik menetapkan Tiga orang tersangka yang diduga berperan aktif dalam kegiatan ini.

Tiga tersangka inisial MA, BA dan SY yang sejak pagi tadi mengikuti pemeriksaan tambahan di ruanagan penyidik Kejati Sulbar. Sore ini ( Senin 10 januari 2022 ), terlihat resmi menggunakan rompi kebesaran Kejati Sulawesi Barat ( Sulbar ).Dan ketiganya langsung mengikuti penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Kelas II Mamuju.

Kajati Sulawesi Barat, Didik Istiyanta, dalam keterangan persnya mengatakan, kasus korupsi Replanting di Kabupaten ini, penyidik Pidsus Kejati Sulbar telah memiliki Dua alat bukti yang cukup. Salah satunya adalah kerugian negara yang cukup signifikan besarnya berjumlah kurang lebih 7,9 Miliar.

Baca Juga :  11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

“ Kasus ini sudah lama kami lidik hingga sidik. Penyidik telah menemukan Dua alat bukti yang cukup untuk mentersangkakan mereka. Apalagi kerugian negaranya sangat besar berdasarkan hasil audit BPKP sebesar 7,9 Miliar lebih, “ sebut Kajati Sulbar Didik Istiyanta.

Terkait kasus ini, penasehat hukum ( PH ) Ketiga tersangka dugaan kasus penyalahgunaan dana peremajaan sawit rakyat ( PSR ), Abd Wahab, SH bersama Andi Baso, SH mengaku terhadap kasus dugaan korupsi yang dijerat kliennya, tetap akan membuktikan di persidangan bahwa kliennya tidak seperti yang disangkakan. Dan untuk sementar kata dia, upaya yang dlakukan berupaya bermohon untuk bisa ada pengalihan penahanan terhadap Ketiga tersangka.  

“ inikan masih asas praduga tak bersalah. kita pahami bahwa perkara ini belum bisa dinyatakan terbukti ya karena masih dalam proses dan kita akan  bukti di pengadilan apakah bersalah atau tidak. Dan kami akan bermohon bagaimana klien kami ini penahanannya bisa dialihkan, itu dulu ya, “ singkat Wahab yang didampingi rekannya Andi Baso.**

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan
Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras
Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas
Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan
Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru
Jokowi Resmikan Proyek APBN 1,31 Triliun di Sulbar
Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos
Berita ini 479 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 12:14 WIB

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan

Rabu, 24 April 2024 - 06:31 WIB

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 April 2024 - 06:04 WIB

Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas

Selasa, 23 April 2024 - 17:05 WIB

Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan

Selasa, 23 April 2024 - 16:34 WIB

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 April 2024 - 09:14 WIB

Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi

Senin, 22 April 2024 - 17:28 WIB

Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos

Senin, 22 April 2024 - 15:42 WIB

Warga Terdampak Gempa di Malunda Layangkan Sikap Protes ke Jokowi

Berita Terbaru

Pj Zudan dalam Kuker ya di Kab Polman dalam acara pasar murah Ramadhan.(F/humas)

Advertorial

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 Apr 2024 - 06:31 WIB

Kuasa hukum Andi Dodi Hermawan berikan keterangan kepada media.

Headline

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 Apr 2024 - 16:34 WIB

error: Content is protected !!