Dari Pemain, Pelatih, Wasit Hingga PP Berlabel Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 2 Juli 2022 - 01:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imsyar Ismail, terlihat menjalankan tugasnya sebagai pengawas pertandingan di Piala Afraz Cup dilapangan Tasinara Malunda.

Imsyar Ismail, terlihat menjalankan tugasnya sebagai pengawas pertandingan di Piala Afraz Cup dilapangan Tasinara Malunda.

PENIKMAT bola khususnya di wilayah Sulawesi Barat ( Sulbar ), mungkin bertanya – tanya siapa sebenarnya pria yang kerap memakai jas hitam dan sering hadir dalam setiap pertandingan yang digelar, baik itu turnamen resmi PSSI seperti Liga 3 ,Suratin Cup, Popda, Porda ataupun turnamen antar kampung yang lazim disebut Tarkam.

Wartawan Media indigo99.com, mencoba melakukan upaya pendalaman kepada sang pengawas pertandingan ( PP ) di sela – sela istirahatnya sore itu, dalam memonitoring Dua Kesebelasan yang sedang bertandingan di Piala Afraz Cup 2022 di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

Namanya, Imsyar Ismail, Pria kelahiran Tapalang – Mamuju 14 November 1974 ini awalnya adalah pemain sepakbola di salah satu klub yang ada di Kecamatan Tapalang. Karena menonjol di klubnya, akhirnya terpilih untuk mengisi skuad Persimaju Mamuju.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karirnya sebagai pemain hanya sampai di klub kebanggaan masyarakat Bumi Manakarra tersebut. Usai menyatakan gantung sepatu ia mencoba beralih menjadi pelatih dengan mengikuti kursus lisensi D.

Kiprahnya sebagai pelatih cukup bagus dengan membawa Gastap Tapalang juara di turnamen Bupati Cup 2005 yang dilaksanakan di Kabupaten Mamuju.

Usai membawa Gastap juara, ia dipanggil untuk menukangi Taeso Putra, klub yang berada di Kecamatan Tapalang Barat, itu pun menjadi kampiun di salah satu turnamen yang dihelat di Kecamatan Tapalang.

Dengan prestasi tersebut, Taeso Putra mendapat undangan untuk ikut Pra Piala Habibie yang berlangsung di Stadion S.Mengga Polman. Sayangnya, anak asuhnya tidak lolos untuk mengikuti Habibie Cup yang merupakan turnamen sepakbola paling bergengsi di Pulau Sulawesi yang didedikasikan untuk mendiang BJ.Habibie mantan Presiden Republik Indonesia ke-3.

Baca Juga :  Perkumpulan Jasa Boga Indonesia Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Melihat kemajuan sepakbola semakin modern, bapak tiga anak ini mencoba banting setir menjadi pengadil lapangan dengan kembali mengikuti kursus wasit lisensi Dasar C3, kemudian C2 dan sempat mengikuti kursus C1 Nasional di Bangka Belitung, namun sayangnya fisiknya sudah tidak mendukung untuk menjadi seorang wasit berpredikat C1 Nasional.

Imsyar Ismail, terlihat memantau pertandingan di Stadion Manakarra Mamuju.

Sebagai wasit ia terbilang bagus dengan beberapa kali memimpin kompetisi resmi PSSI seperti Liga 3, Suratin Cup yang diselenggarakan di wilayah Sulawesi Barat.

Kiprahnya menjadi wasit pun menyita perhatian dari pengurus Asprov PSSI Sulawesi Barat, karena dianggap memiliki kemampuan untuk menjadi Pengawas Pertandingan. Ia pun direkomendasikan untuk menjadi PP ( Pengawas Pertandingan) dengan mengikuti kursus PP Nasional di Yogyakarta setelah sebelumnya memperoleh PP Daerah di Makassar.

Pengawas pertandingan memiliki tugas mengecek kelengkapan administrasi dan menentukan berlangsung atau tidaknya suatu laga.

Dia merupakan delegasi tertinggi federasi (PSSI) yang diutus untuk memantau dan melaporkan jalannya pertandingan.
Imsyar Ismail, merupakan Pengawas Pertandingan berlisensi Nasional yang pertama dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Barat.

Usai mengikuti kursus PP Nasional, ia langsung menjalani debutnya menjadi PP Liga 3 Sulbar tahun 2017. Dan selanjutnya, semua turnamen resmi yang digelar PSSI di wilayah Provinsi Sulawesi Barat hingga hari ini.

Baca Juga :  4 Tersangka Korupsi IPLT Majene Tahap Dua, Siap Disidangkan

Di tahun 2019 mendapat panggilan untuk mengikuti pembekalan atau penyegaran menjelang bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 musim kompetisi 2019 / 2020 sayangnya kompetisi pada saat itu mengalami pembatalan pelaksanaan imbas dari virus Covid-19 yang sedang mewabah.

Saat ditanya usai bertugas sebagai pengawas pertandingan perihal keterlibatannya di setiap event, meski dalam turnamen paling bawah seperti turnamen antar kampung. Imsyar, menjelaskan bahwa sepakbola sekarang tidak boleh kita laksanakan serampangan.

” Apapun alasannya kita tidak bisa asal-asalan, karena olahraga sepakbola ini adalah olahraga yang potensi terjadinya cedera, konflik dll. Jadi sedapat mungkin kita bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas ASN yang bekerja di salah satu OPD Kabupaten Mamuju ini.

Dan memang terbukti, sejak kehadirannya di berbagai turnamen yang digelar, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat penikmat dan penggiat sepakbola di wilayah Sulawesi Barat khususnya.

Pelaksanaan turnamen yang sudah sedikit berbeda dari sebelumnya, seperti kedisiplinan pemain, kesadaran official dan penonton mulai nampak meski pertandingan digelar di lapangan terbuka.

” Pelan-pelan kita memberikan sosialisasi ataupun edukasi kepada masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan dulu yang sering memicu terjadinya konflik di lapangan. Karena keberhasilan seorang PP bukan dilihat dari banyaknya laporan konflik yang dibuat tapi dinilai dari suksesnya pertandingan yang digelar dan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkapnya.**/Yud

 

Berita Terkait

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berita ini 280 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:40 WIB

Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:30 WIB

Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

Berita Terbaru

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!