Cegah Mata Anak Bermasalah, Ketahui Rekomendasi Penggunaan Gawai

- Jurnalis

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Indigo99.com I Penggunaan gawai berlebih pada belakangan ini bisa menjadi penyebab terjadinya masalah pada mata anak. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat serta bersekolah secara daring menyebabkan penggunaan gawai dalam waktu lama ini jadi tak terhindarkan.

Terkait hal ini, dokter mata konsultan di RS Mata Cicendo Bandung, Feti Karfiati Memed menerangkan terkait rekomendasi penggunaan gawai bagi anak menurut 2 studi.

“Studi LV Prasad Eye Institute India menyatakan bahwa anak di bawah usia tiga tidak diperkenankan menggunakan gawai,” ujar Feti beberapa waktu lalu.

Pada anak usia empat hingga enam, penggunaan gawai diperbolehkan dengan catatan tidak lebih dari 90 menit. Dalam 90 menit tersebut penggunaannya perlu diselingi satu kali istirahat.

Untuk anak usia tujuh hingga 12 anak-anak boleh menggunakan gawai atau gadget selama 120-180 menit dengan diselingi dua sampai tiga kali istirahat.

“Anak 12 tahun ke atas penggunaan gawainya disarankan tidak lebih dari 8 jam dan diselingi istirahat setiap 20 menit,” katanya

Menurut AAP dan WHO
Penelitian lain dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan rekomendasi yang berbeda.

Menurut penelitian itu, anak yang tak diperkenankan terpapar gawai adalah anak umur 18 bulan ke bawah. Sedang, anak umur 18-24 bulan walau masih tidak dianjurkan tapi diperbolehkan terpapar sedikit.

“Usia 3-5 boleh menggunakan gawai 60 menit dengan interaksi. Misalnya, anak menonton teletubies yang melakukan gerakan senam, anak pun mengikuti gerakan tersebut.”

Anak umur 6-10 tahun boleh menggunakan gawai selama 60-90 menit dan usia 11-13 boleh menggunakannya selama 120 menit.

Metode 20-20-20
Untuk mencegah terjadinya kerusakan mata, Feti menyarankan penerapan metode 20-20-20.

Yakni, setiap 20 menit menatap layar monitor anak perlu istirahat selama 20 detik. Istirahat mata dapat dilakukan dengan cara menatap benda yang jaraknya 20 kaki (6 meter).

Jika tidak, anak berisiko tinggi mengalami efek jangka panjang berupa mata minus dan degenerasi makula. Dengan mata minus, anak jadi harus berkacamata. Bagi yang sudah berkacamata, maka penambahan minusnya menjadi lebih cepat.

Sedang, degenerasi makula terjadi ketika bagian retina yang paling peka terhadap cahaya menjadi mudah rusak diduga akibat paparan sinar biru berlebihan.

“Mata anak masih tumbuh dan berkembang sampai usia 18. Kesehatan mata anak perlu dijaga karena kelainan pada masa perkembangan mata akan berpengaruh seumur hidup,” tandasnya.

Reporter: Ade Nasihudin Al Ansori

Sumber: Liputan6.com [RWP]

 

Berita Terkait

Pantang Lemas, Ini 9 Tips agar Tubuh Tetap Fit Saat Berpuasa!
7 Cara Minum Kopi Yang Lebih Sehat Saat Sahur
Bisa Manfaatkan yang Ada di Kulkas, Sederet Cara Mengobati Asam Urat dengan Obat Tradisional
Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Waspadai Nyeri Lengan Seperti Ini
5 Obat Batuk Kering Tradisional Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
Kolesterol Berhasil Turun dengan Air dari 3 Rebusan Daun Ini
Tips Berhenti Merokok : Lakukan 10 Langkah ini Untuk Berhenti Merokok
Nyeri Dada Sebelah Kiri Hilang Timbul, inilah Penyebab dan Penanganannya
Berita ini 39 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:27 WIB

Laporan Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene, Jaksa Lakukan Pulbaket

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:56 WIB

Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene 500 Juta, Dilaporkan Kejaksaan

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:10 WIB

Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 

Berita Terbaru

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin bersama Bupati Pasangkayu, melakukan penanaman perdana bibit sukun di salah satu lokasi di Pasangkayu.(H/Foto)

Advertorial

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!