Buntut Penganiayaan di Mateng, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

- Jurnalis

Selasa, 5 Juli 2022 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

MATENG, indigo99.com | Insiden kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Kepala Desa Bamba Manurung dengan Camat Topoyo, kini sudah ditangani Kepolisian Polres Mamuju Tengah.

Dikonfirmasi Kepada Kasat Reskrim Polres Mateng, Ipda Fredi kepada indigo99.com mengatakan, setelah adanya laporan Polisi yang mengaku korban inisial NA, dengan nomor laporan Polisi : LP/B/92/VII 2022/SPKT/Polres Mamuju Tengah/Polda Sulawesi Barat. Kata dia, sampai saat ini telah melakukan pemeriksaan saksi – saksi dan pengambilan visum.

“ iya sudah ada laporan Polisinya, yang melaporkan langsung oleh pelapor berinisial NA salah seorang Kades. Kini sudah ditangani dengan pemanggilan saksi – saksi serta pengambilan visum, “ kata Fredi saat dihubungi laman Media ini.

Masih Fredi, penanganan kasus ini masih dalam penyelidikan pengumpulan bukti – bukti. Dan nantinya akan gelar perkara, apakah cukup alat bukti atau tidak. Jika cukup bukti, tentu akan dinaikan ke penyidikan. Apalagi jika sudah didukung minimal Dua alat bukti pasti dinaikkan ke tahap penyidikan.

Baca Juga :  Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

“ Kasusnya masih dalam penanganan, sekarang masih tahap pengumpulan alat bukti. Setelah penyelidikan baru kami gelar perkara kalo cukup bukti dinaikkan ke tahap penyidikan, baru kami menetapkan tersangka.” singkat Fredi.

Seperti diketahui, Senin kemarin tanggal 4 juli 2022, telah terjadi insiden di kantor PMD Mateng saat ada rapat inovasi desa. Seorang Camat dan Kades saling berselisih paham, akibatnya Kades Bambamanurung mengaku dirugikan akibat kepalanya alami memar dan luka hingga peristiwa ini dilaporkan ke Kepolisian setempat./Aji

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi
Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
Berita ini 337 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!