Kepala BPN Majene Resmi Jadi Tahanan Jaksa

- Jurnalis

Senin, 1 Agustus 2022 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPN Majene terseret dalam kasus HL Tadui, bersama dua rekannya.

Kepala BPN Majene terseret dalam kasus HL Tadui, bersama dua rekannya.

SULBAR,indigo99.com | Pasca penahanan tersangka Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamuju bersama Dua rekannya yang tak lain mantan Kepala Pertanahan Kabupaten Mamuju. Pada kasus korupsi perluasan kawasan hutan lindung di Desa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju yang merugikan kerugian negara 2,8 Miliar.

Senin sore 1 Agustus 2022 sekitar pukul 14.00 Wita, penyidik Tindak pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, kembali menahan Tiga orang tersangka baru dengan kasus Korupsi perluasan kawasan hutan lindung tadui. Satu diantaranya Kepala BPN Majene adalah insial MN, serta pegawai BPN Sulbar insial MI, dan pensiunan pertanahan insial MU.

Dalam juma pers, Asisten pidana khusus ( Aspidusus ) Kejati Sulbar, Fri Mupahir, SH,MH kepada sejumlah media mengatakan, Ketiganya tersangka ini adalah anggota panitia A di BPN Mamuju tahun 2017. Ketiganya diduga tidak melaksanakan tugas dan fungsinya ( Tupoksi ) sehingga bertanggung jawab pengurusan sertifikat atas lahan yang dipermasalahkan. Padahal diketahui tugas panitia A ini adalah melakukan peninjauan ke lapangan terhadap lokasi dimohonkan hak, apakah lokasi yang dimohonkan itu ada sengketa atau tidak ada kawasan hutan atau tidak. Seharusnya panitia A melakukan verifikasi lahan sebelum menerbitkan sertifikat atas tanah namun tidak dikerjakan.

Baca Juga :  Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

“ Ketiganya adalah panitia A di BPN Mamuju tahun 2017. dan ketiganya tidak melaksanakan tupoksinya, sehingga harus bertanggung jawab penerbitan sertifikat atas lahan yang dipermasalahkan, “sebut Feri.

Feri juga mengaku, terhadap penanganan kasus ini pihaknya akan melihat faktanya, apakah akan ada tersangka baru atau tidak.

“ Kita lihat faktanya kita belum bisa berandai – andai, nanti dilihat perkembangan penyidikannya apakah memang ada tersangka lain atau tidak.” ujarnya.

Penasehat hukum Ketiga terdakwa memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di gedung Kejati Sulbar.

Disinggung, apakah dalam kasus ini ada dugaan dan mafia tanah atau tidak.

“ Sejauh ini penyidik belum menduga ke arah sana, karena kita hanya melakukan tindak pidana korupsinya pengalihan kawasan hutan lindung, “ jelasnya.

Baca Juga :  Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Sementara Wahab dan kawan – kawan selaku penasehat hukum Ketiga tersangka, saat mendampingi kliennya, Wahab CS mengaku, penahanan kliennya tentu masih akan melakukan upaya hukum, salah satu diantaranya permohonan penagguhan penahanan dan prapradilan.

“ Tentu kami akan ambil upaya hukum, yang pastinya penahanan klien kami ada ketidakpastian kenapa saya katakan karena jelas klien kami hanya sebatas administrasi yang dilakukan. Karena diterbitkan sertifikat berdasarkan sporadik bahwa itu adalah empang. Ketika diketahui bahwa ini ada hutan lindung makanya kita berbeda pandangan teman penyidik. kami rembuk dulu, apakah akan lakukan permohonan penangguhan dan prapradilan, “

Seperti diketahui, sore ini Tiga tersangka baru pada kasus Korupsi pengalihan kawasan hutan lindung Tadui, yang sudah mengenakan rompi sakti tahanan Kejati Sulbar. Ketiganya langsung digiring ke Rutan Mamuju ditahan selama 20 hari kedepan.

Pewarta indigo99.com : Aji

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 2,563 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!