Breaking News, Kejati Sulbar Tahan 4 Tersangka Korupsi Pembangunan LPP Mamuju

- Jurnalis

Kamis, 11 November 2021 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketfot : Terlihat 4 tersangka resmi memakai  rompi kebesaran Kejati Sulbar.

Ketfot : Terlihat 4 tersangka resmi memakai rompi kebesaran Kejati Sulbar.

Indigo99.com | Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Lembaga pemasyarakatan Perempuan ( LPP )  Kelas III  Mamuju tahun 2018 pada kantor wilayah Kemenkumham Provinsi Sulawesi Barat (  Sulbar ), Akhirnya menyeret Empat tersangka baru. Empat tersangka itu adalah M, SB, AW dan A.

Penetapan tersangka oleh penyidik Pidsus pada Kejati Sulbar, belum lama. Hari ini, Kamis ( 11/11 ) langsung dilakukan penahanan di Rutan Mamuju selama 20 hari kedepan, usai menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kejati Sulbar melalui Asisten Pidsus, Feri Mupakhir mengatakan, penetapan tersangka kasus korupsi dugaan TPK pembangunan LPP Kelas III  Mamuju TA 2018 pada kantor wilayah Kemenkumham Provinsi Sulbar, dengan menyerap anggaran kurang lebih 17 Miliar. Dalam hasil audit BPKP, proyek ini ditemukan kerugian negara sebesar 1,6 Miliar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Dalam pelaporan pekerjaan tersebut dilaksanakan hingga selesai 100 persen dan telah dibayarkan 100 persen, akan tetapi terdapat kekurangan kuantitas maupun kualitas sehingga ditemukan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar 1,6 miliar, ” kata Mupahir kepada Indigo99.com.

Baca Juga :  Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Lanjut kata Feri menyebutkan peran masing – masing tersangka. Untuk tersangka M, selaku PPK telah menyalahgunakan kewenangannya, yaitu melaporkan pelaksanaan atau penyelesaian pengadaan barang atau jasa kepada Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA) tidak sesuai dengan kenyataan. Dan kata dia, PPK menyerahkan hasil pekerjaan pengadaan barang dan jasa kepada KPA tidak sesuai dengan kontrak.

”  Melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran tidak sesuai dengan progress pekerjaan kepada kuasa pengguna anggaran, sehingga pembayaran pekerjaan dilakukan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan yang menimbulkan kerugian negara kurang lebih sebesar 1,6 Miliar, sebutnya.

Sedangkan tersangka SB  selaku pelaksana kegiatan atau Direktur PT. MJK, tidak melaksanakan tugasnya sesuai dengan kontrak/ yang diperjanjikan, tetapi malah menyerahkan kepada orang lain, yaitu tersangka AW, serta bersepakat untuk membagi – bagikan fee dari pembayaran pekerjaan tersebut.

Sementara AW, selaku pelaksana lapangan, melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, serta bersepakat dengan SB. untuk membagi – bagikan fee dari pembayaran pekerjaan tersebut, setelah melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, AW melaporkan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga diduga menimbulkan kerugian negara.

Baca Juga :  Ramadhan Berkah, 32 PPPK di Lingkup Pemprov Sulbar Terima SK 

Sedangkan tersangka A, selaku Konsultan Pengawas atau Direksi CV. CPN, melaksanakan tugasnya dengan melaporkan pekerjaan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga pembayaran pekerjaan dilakukan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. 

Dalam kasus ini para tersangka dijerat pada pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan Ancaman 5 tahun penjara.

” Salah satu alasan ditahan keempatnya adalah adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri dan merusak atau menghilangkan barang bukti, serta mempengaruhi saksi – saksi lainnya, ” pungkasnya.**

Pewarta Indigo99.com : Adji / Mursalim Majid.

Berita Terkait

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar
Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi
Mayat Cewek Ditemukan Tergeletak Dalam Mobil Honda CRV 
Berita ini 2,926 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!