Bapak Korban Minta Polisi Mampu Ungkap Dugaan Kasus Penganiayaan di Desa Lambanan

- Jurnalis

Kamis, 16 Desember 2021 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Mamasa memimpin jalannya pra rekon soal dugaan kasus penganiayaan di Desa Labanan.

Kasat Reskrim Polres Mamasa memimpin jalannya pra rekon soal dugaan kasus penganiayaan di Desa Labanan.

indigo99.com | Penyidik Reskrim Polres Mamasa, menggelar pra rekonstruksi dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap perempuan warga Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa. Kegiatan berlangsung di Lapangan Latihan Menembak Polres Mamasa, Kamis (16/12).

Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto mengatakan pra rekonstruksi dilakukan untuk meningkatkan laporan adanya dugaan penganiayaan. Dan menentukan kasus tersebut, apakah bisa dinaikkan ke tahap penyidikan atau tidak.

“Kami sudah melakukan pra rekon untuk meningkatkan laporan ini dari penyelidikan ke penyidikan. Mungkin setelah ini kami lakukan gelar perkara untuk menentukan apakah perkara ini naik ke tahap penyidikan atau tidak,” terangnya.

Ia menuturkan kronologi kejadian bermula pada hari Rabu, 8 Desember 2021 sekitar pukul 10.00 wita terjadi perselisihan antara pelapor dan terlapor.

Dalam prosesnya, dari hari Rabu sampai hari ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, juga telah dilakukan permintaan visum ke Puskesmas Mamasa.

“Kalau visumnya kami tidak bisa memberikan keterangan, yang jelas sudah ada hasil visum dan ada perlukaan disitu. Tapi saya tidak bisa memberikan penjelasan secara detail,” tuturnya.

Baca Juga :  Keberadaan 2 Unit Randis Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mamuju Dipertanyakan 

Ia menjelaskan untuk korban berinisial I, dan terlapor berinisial S. Keduanya tinggal di Desa Lambanan. “Antara si pelapor dan terlapor ini mereka bertetangga,” jelasnya.

Dirinya lanjut menjelaskan, kejadian terjadi di samping rumah pelapor. Untuk penyebabnya, antara pelapor dan terlapor ini sebelumnya telah ada masalah.

Hal itu akibat persoalan jalan yang ada di samping rumah pelapor. Pelapor mengatakan jalan tersebut adalah miliknya, dan terlapor ini merasa berhak melalui jalan tersebut karena jalan sudah di beton dengan anggaran pemerintah.

Ia mengungkapkan untuk menentukan apakah ada motif penganiayaan dalam kasus tersebut, akan ditentukan saat gelar perkara digelar nantinya.

“Kalau kita melihat dari keterangan korban maupun saksi, petunjuk kesana itu ada. Hanya saja untuk lebih pasnya, detailnya itu kami akan lakukan gelar perkara,” ungkapnya.

Dedi menambahkan kalau dilihat dari lukanya, ada unsur seperti itu ( penganiayaan, red ), tapi semuanya harus melalui proses gelar perkara.

“Dalam gelar itu, semua bisa memberikan pendapatnya untuk menentukan peristiwa itu, perkara itu terpenuhi unsurnya atau tidak,” tambahnya.

Baca Juga :  LBH Mandar Yustisi Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal

Sementara itu, orang tua korban, Amir menyampaikan kejadian bermula ketika terlapor masuk ke lokasi miliknya, namun ditahan oleh ibu korban dan menanyakan apa yang dikerjakan terlapor di wilayah lokasi miliknya.

Korban juga ada disitu dan berdiri didepan motor terlapor dengan maksud menahan yang bersangkutan.

“Tiba-tiba si pelaku tersebut membunyikan motornya dan menggas sehingga anak saya terlukai. Menurut keterangan istri saya, ada sekitar 3 meter lebih anak saya terseret motor,” ucapnya.

Ia berharap agar pihak kepolisian melaksanakan tugasnya secara profesional sehingga kasus ini dapat selesai.

“Waktu rekonstruksi tadi saya mau hadir disitu. Tapi sepertinya pihak kepolisian tidak memberikan saya ruang masuk ke tempat itu,” harapnya.

Proses pra rekonstruksi yang digelar oleh pihak kepolisian, tidak membolehkan awak media untuk mengambil dokumentasi jalannya kegiatan tersebut. Awak media hanya diperkenankan mengambil dokumentasi sebelum kegiatan pra rekonstruksi digelar.**

Pewarta indigo99.com : Jupran

 

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 1,988 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!