Bantuan Pendidikan di Majene 3,2 Miliar, Japkepda Minta Dibongkar

- Jurnalis

Minggu, 27 Maret 2022 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejari Majene. ( Foto/ Masalembo.com )

Kantor Kejari Majene. ( Foto/ Masalembo.com )

MAJENE, indigo99.com | Jaringan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah ( JAPKEPDA ) di Majene, yang mencium adanya dugaan perbuatan culas yang beraroma korupsi di Dinas Pendidikan Majene Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tahun 2021.

Hal ini, Japkepda sudah melayangkan aduan dalam bentuk laporan di meja Ke kejaksaan Negeri majene, belum lama ini. Dan berharap, kepada Kejaksaan mampu membongkar dugaan kecurangan yang diduga dilakukan oknum pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Majene.

Menurut Japkepda, dugaan kecurangan terkait bantuan yang berasal dari Kementerian Pendidikan pada tahun 2021 kepada 80 sekolah SD dan SMP di Majene yang bernilai 3,2 Miliar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua JAPKEPDA Juniardi menyatakan, terdapat Tiga jenis bantuan yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan disalurkan melalui Direktorat SMP, Direktorat SD, serta Biro Keuangan dan BMN.

Dia menyebutkan, bantuan yang berasal dari Direktorat SMP sebesar 731 juta, dengan nama program tata kelola, SMP yang melaksanakan program UKS, serta sarana prasarana peralatan TIK.

Sementara Direktorat SD mengalokasikan anggaran sebesar 2 Miliar, dengan nama program bantuan tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana, dan bantuan TIK.

Selanjutnya kata dia, bantuan yang bersumber dari Biro Keuangan dan BMN sebanyak 450 juta disalurkan melalui program dukungan manajemen.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Solar Industri di Topoyo, 2 Tersangka Siap Disidangkan 

“Total penerima 80 sekolah, 17 SMP dan 63 SD. Jadi ada yang bentuknya tunai yang ditransfer ke rekening sekolah dan ada juga berupa barang yang langsung dikirim ke sekolah,” sebut Jun. Baru – baru ini.

Dari 80 sekolah penerima bantuan, terdapat 40 sekolah dasar yang menerima bantuan secara tunai dengan besaran nominal bervariatif. Sementara total 23 SD lainnya menerima bantuan dalam bentuk barang senilai 93 juta per sekolah.

Untuk SMP terdapat 5 sekolah yang menerima secara tunai sebesar 10 juta per sekolah, serta 12 SMP lainnya menerima bantuan barang senilai 88 juta per sekolah.

Sebanyak 17 SD menerima dana yang ditransfer melalui rekening masing – masing sekolah sebesar 17 juta per sekolah, kemudian terdapat 8 SD menerima 50 juta per sekolah, serta 15 SD lainnya menerima 30 juta per sekolah.

“Bantuan jenis tunai memang langsung ditransfer ke rekening sekolah masing-masing, namun oknum di Dinas Pendidikan Majene. diduga meneror sekolah sehingga pengelolaannya diserahkan kembali kepada Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Juniardi menyebut, sejumlah sekolah mengeluhkan aksi pengelolaan anggaran yang dilakukan oknum Dinas Pendidikan Majene, sebab uang yang masuk ke rekening sekolah merupakan hak sekolah dan mestinya dikelola sendiri pihak sekolah.

Baca Juga :  Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang - Belang Dikabarkan Hilang

Sekolah seharusnya diberikan kebebasan untuk membelanjakan uang tersebut sesuai dengan kebutuhan prioritas.

Namun dana tersebut justeru ditarik dan dikumpulkan oleh oknum Dinas Pendidikan dengan alasan mereka yang belanja kebutuhan barang sekolah.

Sayangnya, barang yang diterima pihak sekolah tidak sesuai dengan yang harapan. Bahkan ada alat elektronik yang rusak sebelum digunakan.

“Beberapa sekolah mengeluh karena kualitas barang jauh dari yang diharapkan, cuman mereka takut bersuara. Kami minta Kejaksaan Majene mengusut kasus ini,” tegasnya.

Dinas Pendidikan Majene selama ini dinilai kerap menjadikan sekolah sebagai “sapi perah”. Dimana pengelolaan anggaran yang seharusnya jadi kemerdekaan sekolah justeru direnggut segelintir oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami minta Dinas Pendidikan hentikan intervensi ke sekolah dalam hal pengelolaan anggaran. Kan punya anggaran OPD sendiri, silahkan gunakan sendiri anggarannya. Jangan anggaran sekolah diembat juga,” cetusnya.

Dihubungi terpisah, Kadis Pendidikan Kabupaten Majene, Mithar Thala Ali, kepada indigo99.com, mengaku tidak tahu menahu persoalan itu. Sebab kata dia dirinya masuk menjadi pejabat Kadis pendidikan Kabupaten Majene, kegiatan tersebut sudah berjalan.

“ Saya tidak bisa menanggapi karena saya tidak mengerti masalahnya. Soalnya saya masuk ke dinas semua kegiatan sudah jalan dan selesai, “ singkat Mithar.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat
Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar
Berita ini 801 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!