Babak Belur Akibat Dikeroyok, Korban Minta Polisi Tangkap Pelakunya

- Jurnalis

Rabu, 4 Mei 2022 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJENE,indigo99.com | Korban penganiayaan atas nama Syamsul (37), meminta kepada Polres Majene, segera menangkap pelaku pengeroyokan, yang menyebabkan dirinya mengalami luka dan memar dibagikan wajah.

Diketahui, korban Syamsul merupakan warga Lingkungan Somba Selatan, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.

Kejadian ini sudah berlangsung lama, namun pelaku belum juga polisi berhasil amankan para pelaku.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban Syamsul melaporkan pelaku inisial IR bersama rekannya dengan laporan polisi nomor : LP/B/40/IV/2022/SPKT/POLRES MAJENE/POLDA SULAWESI BARAT, tanggal 26 April 2022.

Menurut dia, terduga pelaku IR melakukan penganiayaan terhadap dirinya dilakukan sejumlah rekannya.

Menurut dia, laporan Polisi yang sudah masuk sejak tanggal 26 April 2022. Hingga saat ini kata dia, belum ada progres oleh pihak Kepolisian untuk menangkap pelakunya.

” penanganan perkara ini terkesan lamban Apalagi, para pelaku bebas berkeliaran. Bahkan kerap menebar teror dengan cara berteriak,” Katanya.

Syamsul meminta agar Polres Majene bersikap profesional dan menangkap para pelaku penganiayaan.

“Kami minta para pelaku segera ditangkap. Kami khawatir akan terjadi penganiayaan kembali,” harapnya.

Kata dia, karena tidak nyaman dirinya lebih memilih menghindar untuk menghindari  kejadian berulang.

Baca Juga :  Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

” Saya bersama keluarganya terpaksa meninggalkan rumah sementara waktu dan kini kami tinggal di rumah kerabat di wilayah Kota Majene.” ujar Syamsul.

Sementara Kasat Reskrim Polres Majene, Iptu Eru Reski, kepada indigo99.com mengatakan soal kasus korban penganiayaan Syamsul. Penanganan kasusnya sampai saat ini masih tertangani dengan melakukan pemeriksaan pelaku dan para saksi- saksi.

Kata dia, sampai saat ini penyidik masih mengupayakan peresmian atau restorative justice ( RJ ), antara korban dan pelaku. Apalagi ini perintah pimpinan Polri.

” Kasus ini tetap kami tangani dan sudah kami periksa pak, namun masih diupayakan untuk upaya mediasi atau RJ, biar ada titik damai keduanya,” singkat Kasat Reskrim Polres Majene.

Masih dia, jika upaya RJ ini buntu atau tidak ada jalan keluar untuk berdamai. Dengan tegas kata Kasat Reskrim menyebut kasus ini akan diproses.

” Yang pastinya kasus ini sudah kami tangani pak, namun jika RJ ini mengalami jalan buntu pasti kasus ini kami proses lebih lanjut,”sebut Eru.

Seperti pengakuan korban Syamsul, kejadian berawal ketika sekelompok pemuda menyetel musik dengan keras di depan rumahnya.

Baca Juga :  Kapolda Sulbar Ajak Masyarakat Ikuti Tabligh Akbar Doa Bersama

Padahal isteri Syamsul sedang hamil empat bulan dan mengeluh tidak bisa tidur akibat suara bising musik pemuda di depan rumah.

Ia kemudian mendatangi para pemuda dan meminta agar bergesar dari depan rumahnya.

Para pemuda justeru dihasut pelaku untuk kembali ke depan rumah Syamsul dan menyetel lebih keras musiknya.

Kondisi serupa berlangsung selama lima hari berturut-turut, sehingga membuat isteri Syamsul mengalami pendarahan dan akhirnya keguguran.

Syamsul yang tidak tahan lagi dengan perbuatan para pemuda kemudian sempat mengejar mereka.

Namun Petugas Polsek Sendana berhasil mendamaikan Syamsul dengan kelompok pemuda melibatkan Sekcam Sendana, Kepala Lingkungan Somba Selatan, beserta sejumlah tokoh masyarakat.

Pulang dari Polsek Sendana, Syamsul sempat mengobrol dengan Sekcam Sendana di depan rumahnya. Tidak berselang lama, pelaku datang dan langsung memukul wajah Syamsul berkali-kali.

Mirisnya penganiayaan itu berlangsung di hadapan Sekretaris Camat Sendana, Kepala Lingkungan Somba Selatan dan warga lainnya.

“Saat malam kejadian, saya sedang berbincang dengan Sekcam Sendana, tiba-tiba pelaku datang memukul saya. Tidak sampai di situ, pelaku lain pun mengeroyok dengan kayu,” sebut Syamsul/**

Pewarta indigo99.com : Aji

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 1,389 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!