Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

- Jurnalis

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban mendapat perawatan intensif di RS Regional Mamuju.(Foto/DK)

Korban mendapat perawatan intensif di RS Regional Mamuju.(Foto/DK)

MAMUJU, indigo99.com | Sungguh malang yang dialami Arman seorang nelayan asal Kabuloang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Dikabarkan tersandera di RS Regional Sulbar, karena tidak ada uang membayar biaya pengobatan.

Diketahui, pasien nama Arman pekerjaan nelayan, bersama keluarga ini tidak bisa meninggalkan rumah sakit karena tidak mampu membayar biaya pasca pengobatan akibat luka bakar saat pergi mencari ikan, yang terjadi beberapa hari yang lalu, dengan jumlah biaya 30 juta rupiah.

Salah satu keluarga korban Ali Mustakim, membenarkan adanya kejadian itu dimana pasien atas nama Arman, yang hampir Seminggu mendapat perawatan akibat luka yang cukup parah akibat kecelakaan kerja saat melaut. Namun saat mau keluar, ditahan oleh pihak rumah sakit karena BPJS miliknya nya ditolak alias tidak bisa digunakan saat melunasi biaya pengobatan dengan alasan pasien bermasalah.

“ Pasien ini masuk kepesertaan BPJS Mamuju, namun tidak diterima karena pihak BPJS tolak atau tidak mau ditanggung dengan alasan pasien bermasalah. Sehingga pasien ditahan oleh pihak RS sebelum diselesaikan, ” kata Mustakim

Terkait hal ini kata Mustakim, pihaknya sudah melakukan upaya agar bisa di bayar secara umum jika pihak BPJS tidak mau membantu. Pihak keluarga patungan kumpul dana dan terkumpul hanya mampu 5 juta.

“Keluarga sudah kumpul dana dan terkumpul 5 juta. Dan kami telah meminta kepada pihak RS agar ada kebijakan tapi tidak ada respon dan pasti kami bertanggung jawab soal itu. Dan jika tidak ada bantuan dari pemerintah itu tidak masalah asal jangan pasien ditahan terus kawan pasti membludak biaya disana, “ terang Mustakim.

Terkait pasien yang ditahan akibat tidak ada biaya, Media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Direktur RS Regional Sulbar, dr Erna, mengatakan bahwa tidak disadera hanya saja tertahan karena belum ada dana atau biaya pengobatan selama di rumah sakit.

Baca Juga :  2 Terdakwa Korupsi Jalaluddin Duka dan Alex Jalani Sidang Dakwaan

” Kami tidak sandera pak, hanya saja pasien ini tertahan karena tidak ada biaya pengoabatan sebab BPJSnya tidak ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan dengan alasan pasein ini luka akibat bom ikan, ” kata Erna.

Terkait hal ini, Direktur RS Regional, meminta kepada wartawan indigo99.com untuk mengkofirmasi langsung ke pihak BPJS, kenapa sampai ditolak BPJS terhadap si pasien tersebut.

” Kalau persoalan kenapa pasien itu ditolak BPJS nya oleh pihak BPJS, silahkan konfirmasi langsung ke pihak BPJS Mamuju pak, karena saya masih dalam perjalanan ini,” singkat Erna

Editor : Aji

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 1,324 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!