Aset Pemkab Mamuju Diduga Diperjualbelikan

- Jurnalis

Selasa, 19 April 2022 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejari Mamuju. ( Foto/indigo)

Kantor Kejari Mamuju. ( Foto/indigo)

MAMUJU, indigo99.com | Penyidikan kasus penyalagunaan aset Pemerintah Kabupaten Mamuju tahun 2018 – 2019, yang kini bergulir di meja penyidik Tipikor Kejari Mamuju.

Terungkap bahwa ada satu unit alat berat yang hingga kini masih dalam pencarian pihak Kejari Mamuju. Kuat dugaan, alat berat tersebut yang nilainya Miliaran rupiah itu sudah dipindahtangankan atau diperjualbelikan.

Dikonfirmasi kepada Kajari Mamuju, Subekhan membenarkan masih ada aset milik Pemkab Mamuju yakni alat berat masih dalam pengejaran. Dan hal ini, pihaknya telah menerbitkan surat perintah ( SP ) penyitaan aset yang diduga digelapkan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut kata dia, sebelum nya dalam tahap penyelidikan diakui, sudah sebagian aset yang dicari sudah dikembalikan tetapi masih ada aset yang nilainya besar sudah berpindah tangan alis diperjual belikan salahsatunya adalah alat berat yang belum disebut alat berat jenia apa.

Baca Juga :  Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

“ Memang sudah ada beberapa aset yang sudah dikembalikan setelah mencuat kasus ini. Dan masih ada salah satu alat berat yang belum kami temukan, dan ini kami sementara cari tahu, “ ungkapnya kepada indigo99.com. Selasa 19 April 2022

Lanjut kata dia, terhadap kasus dugaan penyalahgunaan aset ini, modusnya adalah membuat dokumen yang seolah – olah terjadi jual beli yang sah.

Baca Juga :  Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

“ Mereka buat surat seolah – olah jual beli alat berat ini sah. Nah ini yang kita masih kejar dan harus diketahui dimana dan tentu akan dikembalikan kembali pada Pemkab Mamuju, “ tegas Subekhan.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang telah mengeluarkan surat perintah penyidikan ( Sprindik ) atas dugaan penyalahgunaan aset Pemerintah daerah ( Pemda ) Kabupaten Mamuju 2018 – 2019.
Kini, penyidik tindak pidana khusus ( Pidsus ) Kejari Mamuju, kembali akan melakukan pemeriksaan saksi – saksi terkait dengan kasus dugaan penyalahgunaan aset Pemda Mamuju, untuk bisa menemukan barang bukti dan tersangkanya.

Pewarta indigo99.com | @ji

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman
Berita ini 506 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!