9 Pejabat Pemkab Majene, Kembali Terancam Jadi Terlapor

- Jurnalis

Selasa, 22 Maret 2022 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bupati Majene. ( Foto. Tribun Sulbar )

Kantor Bupati Majene. ( Foto. Tribun Sulbar )

MAJENE, indigo99.com | Jaringan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah ( JAPKEPDA ), kembali memperlihatkan eksistensinya sebagai lembaga pemerhati pemerintahan yang bersih di Kabupaten Majene.

Belum lama ini, usai melaporkan Tiga pejabat Pemerintah Kabupaten Majene ke Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Majene. Dikabarkan, kembali akan melakukan hal yang sama, dimana 9 pejabat Pemkab Majene, terancam akan dilaporkan di Kejaksaan Negeri Majene dalam waktu dekat ini.

Hal itu ditegaskan Ketua Japkepda, Juniardi, dalam keterangan rilisnya yang diterima indigo99.com. Selasa 22 Maret 2022.

“Jadi total ada 12 pejabat yang akan kami laporkan, saat ini baru tiga, sembilan pejabat lainya akan menyusul,” tegas pemuda yang diakrab Jun itu.

Juniardi mengaku, Kesembilan pejabat itu akan dilaporkan secara bertahap ke Kejari Majene.

“Kami target Tiga orang per bulan dapat dilaporkan, jadi mungkin Tiga bulan ke depan seluruh laporannya sudah di Kejaksaan,” tambahnya.

Hanya saja Juniardi, enggan menyebutkan siapa saja pejabat yang bakal menyusul dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Majene itu.

Sebelumnya, Juniardi melaporkan tiga orang pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Majene kepada Kejaksaan Negeri Majene pada, Senin 21 Maret 2022.

Baca Juga :  Hari ini, Kapolda Sulbar Pecat 12 Personilnya, 4 Polisi Pasangkayu

Ketiganya diduga telah melakukan tindak pidana korupsi ( Tipikor ) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tiga pejabat yang dilaporkan adalah oknum pejabat di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Majene, perihal dugaan penyalahgunaan pengelolaan bantuan Kementerian Pendidikan kepada 80 sekolah SD dan SMP tahun 2021.

Serta, seorang oknum pejabat di Kecamatan Bangae,dengan perihal dugaan kasus pungutan liar ( Pungli ) dana untuk kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran ( MTQ ). Serta salah seorang pejabat asisten Setda Majene dengan dugaan penyalahgunaan dana hibah 65 Masjid tahun 2021.

“Kami anggap data sudah lengkap, sehingga kami putuskan untuk melapor. Apalagi desakan publik terhadap kami untuk membongkar dugaan pelanggaran hukum di daerah ini cukup besar,” Tegas Jun.**

Dikonfirmasi kepada Sekretaris Daerah ( Sekda ) Pemkab Majene, Ardiansyah mengatakan, menerapkan praduga tak bersalah terhadap pejabat Pemkab Majene dalam kritikan itu tidak jadi masalah. Tetapi kata dia, harus dengan koridor yang berlaku dengan melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan biar tidak jadi fitnah.

Baca Juga :  Soal Upal. HMI Cabang Mamuju Gelar Aksi

“ Artinya ada baiknya dikonfirmasi dulu atau bisa diklarifikasi dulu kepada yang bersangkutan biar tidak jadi fitnah. Saya kira masuk kritik kepada pemerintah daerah itu bagus, tetapi kan jangan sampai jadi fitnah kalau fitnah jangan sampai bisa berbalik.” kata Ardiansyah.

Selain itu, sebut mantan Sekda Mamasa itu, harus melihat siapa pelapornya apakah pelaporan disertai dengan bukti – bukti atau sekedar tendensius. Dan hal ini, pernah sudah bergulir di Polres namun tidak terbukti.

“Artinya pemerintahan ini tidak apa – apa dikritik, tapi paling tidak harus ada keseimbanganlah informasi. Teman – teman media juga menyampaikan sesuatu itu harus seimbang sesuai dengan etika profesi dan jangan sampai hanya satu sumber. Kemudian dihubungi juga yang terkonfirmasi saya kira begitu ya, “ jelas Ardiansyah.**

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu
Laporan Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene, Jaksa Lakukan Pulbaket
Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene 500 Juta, Dilaporkan Kejaksaan
Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Berita ini 530 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:27 WIB

Laporan Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene, Jaksa Lakukan Pulbaket

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:56 WIB

Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene 500 Juta, Dilaporkan Kejaksaan

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:10 WIB

Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 

Berita Terbaru

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin bersama Bupati Pasangkayu, melakukan penanaman perdana bibit sukun di salah satu lokasi di Pasangkayu.(H/Foto)

Advertorial

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!