8 Orang Aparat Desa Diberhentikan, Ketua Apdesi Mamasa Angkat Bicara

- Jurnalis

Senin, 18 April 2022 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Apdesi Mamasa, Abdul Rahman Tona. ( Foto / Jupran )

Ketua Apdesi Mamasa, Abdul Rahman Tona. ( Foto / Jupran )

Mamasa,indigo99.com | Tidak jelas alasan hingga menjadi polemik terhadap adanya pemberhentian Delapan orang aparat Desa Sendana Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang dilakukan oleh orang nomor Satu di Desa Sendana itu.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa ( Apdesi) Kabupaten Mamasa, Abdul Rahman Tona, angkat bicara.

Selaku Ketua Apdesi Kabupaten Mamasa, Rahman mengatakan pemberhentian aparat desa harus sesuai dengan aturan yang diatur dalam Permendagri 83 yang mengatur didalamnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan pemberhentian aparat desa, kalau memang ada pelanggaran dan sesuai dengan acuan UU, tentunya harus diganti ” Kata Rahman kepada indigo99.com, Senin 18 April 2022.

Ia menjelaskan ada beberapa faktor bisa diberhentikan aparat desa tersebut diantaranya, tidak mampu melaksanakan tugas, seperti apa yang diemban.

“Saya mengambil contoh, aparat desa yang menjabat sebagai Kaur Pemerintahan. Kalau tidak bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab itu harus diganti, ” katanya

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Unsulbar 1 Bebas 3 Vonis Bersalah

Aparat desa dalam pemerintahan desa itu harus punya kemampuan dalam membantu Kades menjalankan roda pemerintahan di desa itu sendiri.

” Karena yang dibutuhkan dalam pemerintahan adalah kemampuan dan sinergitas dalam pemerintahan desa, “Jelas Kepala Desa Ralleanak, tersebut.

Ditanya soal adanya Kades, yang akan memberhentikan aparatnya tidak sesuai dengan aturan. Ia mengungkapkan bahwa jika ada hal seperti itu tentunya harus dikaji ulang.

” Jika ada kepala desa yang begitu, kita akan kaji ulang. Apa syarat diberhentikan atau tidak,” katanya

” Karena kita juga tidak bisa memberhentikan aparat desa tanpa syarat,” Ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa M.Nasir, Kepala Desa Sendana, Kecamatan Mambi, melakukan pemberhentian aparatnya.

Dengan diberhentikannya oleh Kadesnya, para aparat desa berjumlah Delapan orang itu diketahui ada Lima orang melayangkan sanggahan kepada Dinas Pemerintahan Desa ( PMD) Kabupaten Mamasa.

“ Kelima orang itu, mereka menilai pemberhentiannya tidak bersyarat, sehingga melayangkan sanggahan ke kantor PMD, “ ungkapanya

Sementara Kepala Desa Sendana M Nasir, kaitan panggilannya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Mamasa, hanya pengambilan dokumen dan keterangan.

Baca Juga :  Nama Asri Anas Mencuat Maju di Pilgub Sulbar, PABPDSI Sulbar Gas Full

“PMD hanya mengambil keterangan dan Dokumen pendukung,” katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin 18 April 2022 malam.

Kaitan dengan SK pemberhentian nya dianggap tidak jelas, ia pun berdalih ke aturan.

“Yang bilang tidak jelas siapa, ada yang menganggap tidak jelas berarti aturan yang tidak jelas,” terangnya.

Ditanya berkaitan dengan pemberhentian nya, apa yang dia langgar mungkin, ataukah usianya suda tidak memenuhi dasar sebagai perangkat desa atau apa ?, Sang Kades hanya menjawab dengan alasan ada regulasinya.

“Semua jelas di aturan, tidak keluar ji dari situ, baca dan fahami Permendagri No.83 tahun 2015 dan Perubahannya yakni Permendagri No 67 tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa, serta UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa, supaya bapak tidak bertanya terus masalah ini,” tutupnya.**/

Pewarta indigo99.com : Jupran Tampan

Berita Terkait

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat
Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar
Berita ini 529 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!