17 Orang Tewas Bentrok di Sorong, Salahsatunya DJ Indah Cleo

- Jurnalis

Kamis, 27 Januari 2022 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tewas masih dikantong jenazah pasca bentrok di Sorong Papua.

Korban tewas masih dikantong jenazah pasca bentrok di Sorong Papua.

indigo99.com | Humas Polda Papua Barat merilis 17 daftar korban tewas akibat bentrokan di Sorong, Papua. Mereka tewas karena terjebak di tempat karaoke Double O yang terbakar akibat bentrokan.

Salah satu korban tewas itu adalah DJ Indah Cleo yang dalam daftar korban, tertulis Indah Sukmadani beralamat di Bukittinggi, Sumatra Barat.

“Berikut kami memberitahukan daftar nama korban yang meninggal dunia atas dibakarnya Double O oleh massa,” tulis Humas Polda Papua Barat lewat akun Instagram @humaspoldapapuabarat, Kamis (27/1/2022).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Metro Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan kondisi jenazah korban tewas hangus terbakar. Sehingga, dibutuhkan DNA keluarga untuk proses identifikasi.

“Jadi 17 itu tiga pengunjung berarti 14 karyawan, pemain band, vokalis, karyawannya semua,” ujar Adam kepada IDN Times.

Berikut daftar korban tewas akibat bentrok di Sorong
Termasuk DJ Indah Cleo, Ini Daftar 17 Korban Tewas Bentrok di Sorong Kondisi pasca bentrok di Sorong Papua Sebanyak 17 orang korban tewas tersebut dirilis, lengkap dengan alamat keluarga korban dan keterangan lebih lanjut. Berikut daftarnya:

Baca Juga :  Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

1. Nur Kalsium alias Clara (P) alamat keluarga Kalimantan – Makassar
2. Ferman Saputra (L) alamat keluarga Palembang
3. Edith Tri Putra (L) alamat keluarga Palopo – Makassar
4. Afifaf Maesa Nuraini (P) alamat keluarga Bandung
5. Yandra Firman (L) alamat keluarga Pali – Makasar
6. Melanie Safitri (P), nomor kontak keluarga tidak aktif
7. Indah Sukmadani (P) alamat keluarga Bukittinggi – Padang
8. Cristian Wahyu Dianto (L) alamat keluarga Surabaya
9. Rahmi Dian Putri (P) alamat keluarga Jakarta
10. Mahfud Basuni (L) alamat keluarga Malang
11. Desra Wahyudi Achiruluis M (L) alamat keluarga Surabaya
12. Arum Ainun Yakin (P) alamat keluarga Makassar
13. Widyanti Ariesta (P) alamat keluarga Bandung Soppeng – Makassar
14. Ananin Novalia (P) alamat keluarga Makassar
15. Fikram (P), keluarga datang langsung ke posko antemortem dan sudah terdata
16. Ica (P), keluarga datang langsung ke posko antemortem dan sudah terdata
17. Ridwan Dodoh (L), keluarga datang langsung ke posko antemortem dan sudah terdata

Baca Juga :  Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan polisi berhasil menangkap dua tersangka bentrok hingga terjadi pembakaran tempat hiburan malam karaoke Doubel O di Sorong, Papua Barat, Senin (24/1/2022). Kedua tersangka tersebut sudah dilakukan penahanan oleh Polda Papua Barat.

“Dua tersangka telah dilakukan penangkapan dan telah dilakukan penahanan,” ujar Ramadhan di Mabes Polri, Kamis (27/1/2022).

Ramadhan menjelaskan kedua tersangka yang berhasil ditangkap berasal dari satu kelompok. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci identitas dan peran keduanya.

“Kedua tersangka melakukan tindak penganiayaan,” ujar Ramadhan.

Namun begitu, ia memastikan saat ini Kota Sorong sudah dalam keadaan kondusif. Aparat yang tergabung antara Polres Sorong dengan Brimob masih berjadi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Penyidik terus bekerja, Polri akan menindak siapapun yang terlibat dalam pertikaian kelompok tersebut,” ujarnya.**

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!